INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Komjen Pol Susno Duadji mengenai tiga jenderal polisi yang menjadi makelar kasus disinyalir bukanlah motivasi pribadi. Karena jika dijadikan alat untuk jadi Ketua KPK, hal itu tentu saja sulit.
"Kalau dilihat alasannya, pernyataan Susno itu untuk mengangkat citra Polri. Saya kira tidak ada motivasi pribadi, karena kalau jadi Ketua KPK dengan cara itu tentu tidak mudah," ujar Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada INILAH.COM, Selasa (16/3).
Keberanian Susno menyebutkan nama dalam pernyataannya tersebut, menurut dia, berkaitan dengan tanggung jawab moralnya terhadap citra Polisi yang kian memburuk. Masalah benar atau tidak, hal tersebut tentu menjadi tugas baru Kapolri untuk mengungkapnya.
"Tentu langkah berikutnya Susno harus dipanggil untuk memberi keterangan dan menggali lebih dalam hal yang diungkapnya tersebut. Kapolri harus segera bertindak memberi klarifikasi," imbuh Neta.
Selain itu, ia menyatakan apabila perkataan Susno tidak benar, Kapolri berhak menuntutnya. Sebaliknya, jika memang benar maka harus ditindaklanjuti dan diproses oleh pihak kepolisian.
"Susno membuka ini karena merasa sejak awal mengawal kasus ini, namun setelah tak lagi menjadi Kabareskrim justru kasus ini tidak ditindaklanjuti dan dibawa ke pengadilan," pungkas Neta. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !