inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Nyepi, Bandara Ngurah Rai Bali Ditutup

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh:
Selasa, 16 Maret 2010 | 10:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bandara Internasional Ngurah Rai, satu-satunya pintu masuk Pulau Dewata lewat udara yang sehari-harinya melayani lebih dari 180 unit pesawat, pada Hari Raya Nyepi kali ini ditutup untuk yang ke-12 kalinya.

Penutupan sementara Bandara Ngurah Rai dan keempat pelabuhan laut selama sehari penuh, dilakukan sejak tahun 1999 sesuai surat keputusan (SK) Dirjen Perhubungan, Departemen Perhubungan Nomor AU 126961/DAU/7961/99, tertanggal 1 September 1999 yang diperkuat surat edaran Gubernur Bali Made Mangku Pastika tertanggal 29 Desember 2009.

Penutupan Bandara Ngurah Rai selama 24 jam untuk semua jenis penerbangan, baik domestik maupun internasional, selama ini berlangsung cukup sukses, aman dan tertib. Seperti saat Hari Raya Nyepi tahun-tahun sebelumnya, penerbangan domestik dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandara Ngurah Rai ditiadakan.

Hal itu dilakukan mengingat penumpang tujuan Bali tidak akan bisa pergi ke mana-mana kecuali di bandara saja. Demikian pula jika mengangkut penumpang dari Bali, mereka juga tidak akan bisa mencapai bandara karena seluruh jenis kendaraan dilarang beroperasi di Pulau Dewata.

Sementara penerbangan internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama di Bandara Ngurah Rai juga ditiadakan, kecuali penerbangan transit tetap diizinkan. Namun dilarang mengangkut penumpang tujuan akhir Denpasar, atau berangkat dari Denpasar, kecuali mengangkut penumpang transit yang sudah ada di bandara.

Penerbangan lintas technical landing dan emergency landing tetap diizinkan, namun awak pesawat dan penumpang harus tetap berada di wilayah Bandara Ngurah Rai selama umat Hindu mengurung diri melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Selama Hari Suci Nyepi, menurut Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng, tidak ada keistimewaan bagi siapa saja untuk bisa menggunakan kendaraan bermotor, kecuali mendapat dispensasi yang dikeluarkan oleh Bendesa atau ketua adat terhadap warganya yang mendesak ke rumah sakit.

RSUP Sanglah Denpasar pada hari Nyepi tetap menyiagakan mobil ambulans dan satu tim pelayanan medis yang beranggotakan dokter, perawat, bidan dan tenaga non medis sebagai pendukung. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.