inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tunggu Pertemuan Fed, Wall Street Ditutup Mixed

Headline
yahoo.com
Oleh:
Selasa, 16 Maret 2010 | 10:33 WIB
INILAH.COM, New York - Investor berbalik berhati-hati pada perdagangan Senin (14/3) menjelang pertemuan Federal Reserve yang akan menentukan tingkat suku bunga.

Mengutip AP, mayoritas Indeks saham utama ditutup mixed setelah perdagangan relatif sepi. Seorang Analis mengupgrade Wal-Mart Stores Inc membantu mengangkat Dow Jones Industrial sekitar 18 poin untuk naik yang kelima kalinya secara berturut-turut.

Investor tangh menunggu pernyataan Fed setelah sidang Selasa (16/3) sebagai petunjuk tentang pemulihan ekonomi dan rencana bank sentral terhadap suku bunga. Para pembuat kebijakan hampir pasti untuk mempertahankan suku bunga acuan Fed dan tidak berubah mendekati nol.

Sementara investor telah memfaktorkan adanya kenaikan suku bunga pada akhir pertemuan tersebut, sehingga akan membuat langkah-langkah awal untuk mengantisipasi dampak terhadap pasar.

"Pasar berharap Fed memberikan batas waktu jika akan memulai pengetatan kebijakan moneter. Saya tidak berpikir itu sangat mungkin," kata Scot Johnson, senior manajer Fixed Income Invesco di Houston.

Pasar akan berhati-hati memberikan dorongan untuk mengamankan investasi mereka seperti dolar.

Dow naik 17,46 atau 0,2 persen ke level 10.642,15, tertinggi sejak 19 Januari. Standard & Poor's 500 indeks naik 0,52 atau 0,1 persen ke level 1.150,51. Indeks berada pada tingkat tertinggi sejak 1 Oktober 2008.

Teknologi didominasi indeks komposit Nasdaq yang turun 5,45 atau 0,2 persen ke level 2.362,21. Harga obligasi bergerak dalam kisaran ketat sebelum pertemuan Fed. Hasil benchmark Treasury 10 tahun, stagnan di kisaran 3,70 persen dari akhir Jumat. Dollar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya. Harga emas juga naik. Minyak mentah jatuh US$1,44 untuk menetap di US$79,80 per barel di New York Mercantile Exchange. Penguatan dolar membuat harga energi lebih mahal bagi pembeli asing. Itu, pada gilirannya, mengurangi hits permintaan dan harga. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.