INILAH.COM, Jakarta - Tidak adanya pemasukan arus kas menyebabkan PT Mobile-8 tidak sanggup membayar bunga obligasi ke-12 dan bunga ke-9. Kas FREN hanya tersisa Rp26,68 miliar per kuartal III 2009.
Sebagai perbandingan pada Juni 2009, arus kas FREN masih sekitar Rp8,79 miliar. Ini berarti dalam tempo tiga bulan kas FREN bertambah Rp17,89 miliar.
Beban utang yang ada pun semakin terasa lantaran pada kuartal yang sama, FREN mengalami rugi bersih signifikan 59,81% menjadi Rp439,95 miliar dibandingakan periode yang sama tahun sebelumnya Rp275,29 miliar.
Sekretaris perusahaan FREN Chris Taufik menambahkan, lewat penerbitan saham baru, Mobile-8 bakal meningkatkan modal dasar dari Rp6 triliun menjadi Rp8 triliun. "Mudah-mudahan dapat memberikan tambahan bagi kas perseroan," kata Chris singkat saat ditanyai posisi kas internal perseroan kepada INILAH.COM, Selasa (16/3).
Beban utang usaha Mobile-8 saat ini mencapai Rp 761 miliar. Itu belum termasuk obligasi senilai Rp 675 miliar. Namun, aset perseroan justru naik 8,07% dari Rp4,83 triliun menjadi Rp5,22 triliun. Kewajiban atau utang juga melonjak 48,94% dari Rp 3,31 triliun menjadi Rp 4,93 triliun.
"Laporan keuangan keseluruhan untuk tahun buku 2009 masih diaudit," tegasnya. [san/cms]