INILAH.COM, Jakarta - Kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Salah satunya adalah masalah penegakan HAM di Indonesia.
"Sebaiknya kedatangan Presiden Amerika tersebut dimaksimalkan semungkin mungkin. Yaitu untuk kepentingan yang lebih besar," ujar Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Selasa (16/3).
Seperti, sambungnya, mengenalkan Indonesia sebagai negara demokratis di mata dunia Internasional. "Para aktivis HAM bisa mendorong untuk pengungkapan kasus Munir. Kasus ini bisa terungkap," imbuhnya.
Penyambutan pemerintah Indonesia sendiri tidak perlu terlalu mewah. Akan tetapi keamanan tamu negara asing tetap diperlukan semaksimal mungkin.
Menurut Asvi, Hizbut Tahrir sendiri adalah organisasi massa yang tidak nasionalis. Karena mencita-citakan hal seperti syariah dan kekhalifahan yang jelas-jelas tidak nasionalis. Gagasan mereka tidak relevan untuk di Indonesia.
Selain itu, organisasi ini dilarang di beberapa negara karena dianggap bermasalah. "Penolakan sendiri tidak ada signifikansinya," katanya. [mvi/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !