INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono meminta tidak perlu ada dikotomi pembatasan usia bagi calon pemimpin bangsa. Yang terpenting visi, misi, konsep dan integritasnya baik bagi
masa depan bangsa.
"Kalau menurut saya tidak perlu ada dikotomi pada pembatasan usia, karena di manapun itu bukan merupakan konsideran utama," kata Agung di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/7).
Agung menegaskan, dalam penetapan calon seorang pemimpin, masyarakat diharuskan bisa melihat integritas dan kemampuan seorang calon tersebut, dan bukan berdasarkan pada batasan usia.
"Tentunya masyarakat harus bisa menilai visi dan misinya, konsepnya bagaimana dan integritas yang bersangkutan harus jelas dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Intinya semuanya harus buat masa depan bangsa, namun itu tidak ditentukan oleh batasan usia," ujarnya.
Sejak lama, lanjut Agung, Partai Golkar tidak setuju dengan adanya pembatasan usia bagi calon pemimpin. "Partai Golkar juga telah mengungkapkan seperti itu, kita tidak ada pembatasan pada blok-blok umur," jelasnya.
Terkait wacana konsolidasi antara Partai Golkar dengan Partai Demokrat, Agun menyebut hal itu merupakan sinyal yang positif. "Memang semua keputusan akan kita putuskan setelah Pemilu legislatif, tapi ini merupakan tanda-tanda yng positif. Karena selama Golkar dan Demokrat platform politiknya tidak jauh berbeda," tuturnya.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !