Minggu, 27 Mei 2012 | 00:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mengapa Harus Menolak Obama?
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
web - Selasa, 16 Maret 2010 | 11:33 WIB
Kedatangan Barack Obama, Presiden AS, disambut dengan pro kontra di kalangan masyarakat. Ada yang secara terang-terangan bangga karena ada orang pernah hidup di Indonesia bisa menjadi Presiden di negara adidaya.

Kalangan yang bangga ini biasanya dari kalangan awam politik internasional dan tentu saja dari kalangan partai dan penguasa yang sedikit banyak bisa mengambil manfaat untuk kepentingannya sebagai lobi politik mendapatkan bantuan.

Suara yang berbeda atau menentang kedatangan Obama dikomandani gerakan Islam HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Secara terbuka dan dengan penuh keterusterangan HTI menyebarkan opini Haramnya menerima Obama.

HTI mendasarkan penolaknnya kepada status Obama sebagai presiden Amerika yang secara kasat mata garis politik luar negerinya adalah menjajah negara lain.

Korban penjajahan yang dilakukan AS atas nama demokrasi dan perang dengan terorisme diantaranya: Irak dihancurkan dan memakan korban sekitar 1,6 juta jiwa, Afganistan dihancurkan dan hingga sekarang menyerang perbatasan Pakistan dan Afganistan (dalam 10 bulan sudah 2000 nyawa mati) dan beberapa konflik di Timur Tengah dan di Afrika juga di dalangi Amerika.

Amerika juga terkenal dengan dukungannya terhadap penjajah zionis Israel yang tahun lalu membombardir Gaza dan melakukan pembantaian yang ditayangkan diseluruh penjuru dunia. Janji Obama untuk menarik pasukannya dari penjajahannya di Irak sampai sekarang belum terealisir bahkan mengalihkan pasukannya sejumlah 30 ribu ke perbatasan Pakistan dan Afganistan.

Sungguh tragis dan ironis, Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam dan dalam pembukaan UUD 1945 menyebutkan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.. haruslah mendapati penguasanya menjadi pengikut setia dan pengekor Amerika.

Belajar dari masa lalu, ketika presiden George W. Bush berkunjung ke Indonesia ternyata membawa misi politik luar negeri AS yaitu mengamankan kepentingannya untuk menguasai sumber daya alam di Indonesia. Apakah hal ini juga yang akan dilakukan Obama?.

Secara politik dan ekonomi kedatangan Obama ini untuk mengamankan pengaruhnya agar Indonesia selalu mendukung kebijakan penjajahannya dan bisa menunjukkan wajah manisnya di dunia Islam. Secara ekonomi bisa mengamankan perusahaan-perusahaan besar Amerika yang telah lama bercokol di bumi pertiwi ini.

Sungguh aneh memang jika kemudian ada sebagian tokoh muslim di negeri ini atas nama Rasulullah membolehkan menerima tamu seperti Obama dan memuliakannya.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan kaum muslimin di belahan bumi lain yang keluarganya dibantai oleh Amerika?. Apakah kita (bangsa Indonesia) layak merneima tamu yang tangannya masih berlumuran darah kaum musilimin?

Sikap yang berbeda antara penguasa dan rakyat bukan hanya terjadi dalam masalah Obama ini, dalam masalah lain pun seperti kasus Century, penarikan subsidi dan kenaikan BBM juga sangat lebar jurang perbedaannya.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada penguasa mulai surut. Agenda atau suara yang dituntut rakyat tidak pernah sama dengan penguasa. Semestinya, pemimpin yang adil dan baik adalah pemimpin yang membela kepentingan rakyatnya dan tidak pernah tunduk kepada para penjajah.

Rakyat sangat merindukan pemimpin yang berada di pihaknya bukan di pihak penjajah. Menerima penjajah akan sangat melukai hati masyarakat dan menolak penjajah sesuai amanat rakyat dan undang-undang.

Sukandar SP (soekandar_sp@yahoo.co.id)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
8 Komentar
Ninajuga
Kamis, 18 Maret 2010 | 18:03 WIB
Setuju dengan nina. Sadar nggak sih kenapa Anda dicap teroris? Karena pemikiran radikal yang sempit itu. Harap diingat di Indonesia ini agama nggak cuma Islam. Omong2, inget nggak siapa yg pertama nyumbang waktu Aceh kebanggaan kalian itu kena tsunami?
warga biasa
Kamis, 18 Maret 2010 | 16:02 WIB
yang namanya musuh akan menjadi musuh.. kecuali dia bermanis muka dengan umat, terbukti dia masih mengokang senjata di afganistan dan irak, menguasai Sumber daya alam di indonesia dan negara2 lain.. pantes lah kalau ditolak.......
biru
Kamis, 18 Maret 2010 | 08:54 WIB
Presiden sby ke Amerika aja ga ditolak oleh warga amerika, kenapa warga RI menolak kedatangan obama? tunjukan bahwa negara kita adalah negara yang ramah, bukan negara brutal. belum tentu semua orang amerika itu teroris dan belum tentu juga orang indonesia itu baik semua. tunjukan cinta kasihmu kepada semua mahluk.
desi
Rabu, 17 Maret 2010 | 15:03 WIB
saya menolak obama, karena dia adalah teroris
igink
Selasa, 16 Maret 2010 | 19:21 WIB
Islam juga demokratis tidak semua kesalahan langsung di ponis bersalah tapi dilihat dan telusur asal usul pangkal masalah nya.ini udah jelas bahwa si barak Obama dalang pembantaian umat muslim,isalam juga punya toleransi jika kaum kafir tidak mengganggu umat isalm maka islam ok ok aja,tapi jika saudara se iman di tindas apakah tidak merasa sedih,sama halnya orang yang anda cintai meninggal dunia betapa sedih nya anda.Buka pikiran dan Pahami tujuan hidup anda di bumi ini, Tolak Si barak dan doa kan dia agar kembali ke jalan yang benar.jika tidak perangi kaum kafir yang sudan menindas umat muslim.Allah Huakbar, Allah maha mengetahui semua Isi lagit dan Bumi termasuk Tujuan Si Obama Ke INDONESIA
bobby
Selasa, 16 Maret 2010 | 18:50 WIB
Semoga mereka yang menerima dan berlapang dada dengan kedatangan OBAMA ke negeri ini dibukakan hati dan akalnya agar dapat memahami fakta sebenarnya siapa Obama dan segala kebijakan politik luar negeri AS, negeri penjajah yang akan terus dan tidak akan pernah berubah dari mainstream tersebut
muhammad
Selasa, 16 Maret 2010 | 16:08 WIB
kedatangan obama menyatakan legitimasi amerika di indonesia. mereka pun berusaha melegitimasi pemerintahan yang sekarang agar kepentingan mereka terpenuhi. ini harus menjadi perhatian kita bersama. mudah-mudahan negeri indonesia dalam waktu dekat yang tak lama lagi terbebas dari penjajahan dengan syarat menjalankan syariah islam dan ikut serta menegakan daulah khilafah. ALLAHHU AKBAR..
nina
Selasa, 16 Maret 2010 | 12:16 WIB
Waduk siah, eta mah berpikir negatif we, ingat seharusnya umat Islam itu cinta damai. Sekejam-kejamnya orang yahudi atau nasrani sama ISlam tetap dibela. Jadi hilangkan pemikiran negatif yang membuat image Islam adalah teroris. kalau msh banyak pemikiran seperti itu jangan salahkan orang jika Islam di cap teroris
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.