INILAH.COM, Jakarta - Kontraintelejen AD AS terungkap berusaha menghancurkan reputasi Wikileaks.org dengan mengungkap subernya. Tapi situs yang banyak mempublikasikan data rahasia itu tetap selamat.
Rencana 2008 berbentuk PDF dan ditandai sebagai rahasia, menunjukkan Wikileaks sebagai "kekuatan perlindungan potensial, kontraintelejen, OPSEC, dan ancaman INFOSEC AD AS dan rincian beberapa dokumen yang telah muncul di situs, termasuk manual untuk penanganan tawanan dari Teluk Guantanamo dan sebuah peta penjara Abu Ghraib.
Laporan itu juga menyebut Wikileaks.org menggunakan kepercayaan sebagai daya tariknya dan meyakinkan pembocor dan pemberi informasi kepada personel di Wikileaks.org dan situs itu tetap merahasiakan identitasnya.
Menurut laporan itu, AD AS takut pemerintah asing dapat menggunakan situs ini untuk mempelajari rahasia Angkatan Darat Amerika Serikat dan merekomendasikan pelatihan staf atau mengontrol informasi rahasia agar lebih aman, atau menyelidiki apakah saat ini ada anggota staff yang membocorkan ke situs itu.
Dua tahun telah berlalu sejak tanggal laporan itu dibuat dan tidak ada sumber yang diungkapkan identitasnya hingga tampak rencana itu tidak efektif, kata Wikileaks.
Sebagai justifikasi yang aneh agar rencana itu berhasil, laporan itu mengklaim bahwa beberapa negara asing termasuk China, Israel, Korea Utara, Rusia, Vietnam, dan Zimbabwe telah mencela atau memblokir akses ke situs web Wikileaks.org.
Wikileaks telah mengeluarkan banyak cerita penting selama beberapa tahun terakhir, walaupun sedang dilanda dengan tindakan hukum yang kronis dan kekurangan dana.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !