INILAH.COM, Jambi - Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Amelia Yani membantah jika partainya milik etnis tertentu.
"Memang pemrakarsa PPRN Bapak DL Sitorus, salah seorang pengusaha perkebunan asal Sumatera Utara, tetapi bukan berarti PPRN partai orang Batak," kata Amelia pada temu kader dan sosialisasi PPRN di Jambi, Kamis (24/7).
PPRN yang lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu 2009 dengan nomor urut 4, karena telah memiliki pengurus DPW seluruh Provinsi di Indonesia, serta sebagian besar DPD tingkat kabupaten dan kota di 33 Provinsi di Indonesia.
Putri pahlawan revolusi Ahmad Yani ini menjelaskan, masing-masing ketua dan unsur pengurus di tingkat DPW dan DPD PPRN di Indonesia adalah orang-orang daerah, bukan orang Batak. Misalnya di Aceh dipimpin orang Aceh dan di Jambi orang Jambi.
Demikian juga di tingkat pengurus pusat yang terdiri dari multi etnis, ada Jawa, Batak, Bugis, Sunda, dan sebagainya.
Dia menambahkan PPRN adalah partai baru yang masih kecil, tetapi tekad para pengurus akan bisa membesarkan partai tersebut. PPRN kini telah mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional antara lain Din Syamsuddin, Kwiek Kian Gie, dan Ryamizard Ryacudu.
"Kemungkinan mereka akan kita jadikan sebagai juru kampanye (Jurkam) pada pemilu mendatang," ungkapnya.
Ia juga menyatakan akan mengakomodir permintaan para kader PPRN di daerah untuk membawa kebesaran nama orangtuanya Jenderal Ahmad Yani yang gugur akibat kekejaman PKI pada 1 Oktober 1965.
"Yah, memang ayah saya sebagai sosok teladan yang rela mati berdarah mempertahankan negara dan bangsa. Tekad saya selaku anak pejuang akan berbuat untuk bangsa dan negara. Rasanya anak pejuang tidak diwarisi sebagai korupsi," pungkasnya.[*/L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !