INILAH.COM, Jakarta - Partai politik di Indonesia yang lebih banyak berazaskan kebangsaan dan sekuler tak bisa lepas dari sisi keagamaan. Sebab mayoritas bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama khususnya Islam.
Demikian dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Majelis Dakwah Islamiyah di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Kamis (24/7) malam.
"Partai Golkar adalah partai yang dulunya adalah partai kebangsaan yang sekuler. Namun karena hidup di bangsa yang mayoritas beragama islam, tentu dibutuhkan akar yang dalam untuk mempengaruhi kehidupan semua dan memberikan sumbangsih yang penting dalam bangsa ini," paparnya.
Menurut Kalla yang juga Wakil Presiden RI ini, Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Partai Golkar tidak hanya bertujuan untuk mendukung kegiatan-kegiatan partai, namun semuanya itu harus bergerak dari hati dengan rasa ihlas. "Dakwah itu bisa mensejahterakan bangsa ini dengan amal berdakwah, dengan lisan maupun tulisan," cetusnya.
Kalla berpesan pada MDI, agar berdakwa dan memberikan syiar yang baik tentang agama. Tidak berada dari musyawarah ke musyawarah, tapi tentu dari musyawarah dan beramal.
"Dakwah bisa berarti banyak, yang pinter berpidato berdakwah dengan lisan, yang pinter menulis berdakwah dengan menulis, yang pinter berusaha berdakwah dengan berdagang dan beramal," ujarnya
Rapimnas MDI yang digelar hingga 27 Juli 2008 bertujuan mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun prioritas program untuk 2008-2010. Selain itu secara khusus menyiapkan agenda untuk memenangkan Partai Golkar pada Pemilu Legislatif 2009.
Selaku pilar keagamaan Partai Golkar maka MDI harus fokus di bidang dakwah. Itu sebabnya, Kalla menyambut baik langkah MDI melakukan pelatihan imam dan khatib untuk siswa SMU dan pelatihan dakwah tingkat mahasiswa.[L6]