inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gapmi Minta Kenaikan TDL Ditunda Tahun Depan

Headline
inilah.com
Oleh:
Selasa, 16 Maret 2010 | 18:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmi) meminta kenaikan TDL 15% ditunda hingga tahun depan dari rencananya Juni 2010.

Hal ini disampaikan Anggota Dewan Pengarah Gapmi, Thomas Dharmawan kepada INILAH.COM , Selasa (26/3). Menurutnya, kenaikan tarif listrik kali ini jauh lebih berat lagi mengingat PLN juga sudah mengenakan tarif B to B, di mana listrik juga memiliki beban puncak.

Belum lagi akan adanya pengurangan suplai gas yang akan dilakukan bulan depan, sementara industri sangat membutuhkan energi untuk menjalankan kegiatannya.

Yang jelas, tambahnya, akan ada kenaikan cost of production. "Belum lagi industri kita dituntut untuk bisa bersaing dengan produk luar negeri. Bisa-bisa batang eskpor kita di pasar akan mati," tandasnya.

Saat ini saja, cost of production industri mencapai 3-25 persen, di mana yang terbesar adalah pabrik es batu mencapai 80%. Maka dengan kenaikan TDL sebesar 15% itu akan menaikkan biaya sebesar 0,45%-3,75%. Sedang untuk pabrik es kenaikannya bahkan mencapai 12%.

"Jadi kita mengharapkan agar pemerintah menunda dulu kenaikan TDL ini hingga tahun depan. Hal ini memberikan waktu bagi PLN untuk bisa mencari sumber-sumber energi murah seperti panas bumi dan batubara agar bisa mencegah terjadinya kenaikan TDL ini," tukasnya. [cms][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.