Selasa, 29 Mei 2012 | 00:13 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Din: Muhammadiyah Tetap Berpolitik
Headline
Din Syamsudin - inilah.com
Oleh:
web - Selasa, 16 Maret 2010 | 16:03 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap berpolitik. Namun Muhammadiyah tidak ada hubungan dengan partai politik.

"Politik dan partai politik itu berbeda. Sejak sidang tanwir di Denpasar pada tahun 2001, Muhammadiyah bertekad mengintensifkan politik kebangsaan, sehingga Muhammadiyah tetap terlibat dalam politik," katanya di Surabaya, Selasa (16/3).

Ketika menjadi pembicara utama dalam seminar pramuktamar tentang relasi Muhammadiyah dengan politik di Gedung PW Muhammadiyah, Jatim, ia mengatakan bahwa Muhammadiyah sudah memutuskan tidak ada hubungan struktural dan afiliasi dengan parpol mana pun.

"Masalahnya memang terletak pada penerapan terkait era sekarang yang bersifat multipartai. Ada yang berharap netralitas Muhammadiyah itu pasif, tapi kita sudah sepakat dengan netralitas aktif," ujarnya.

Dalam netralitas aktif itu, katanya, Muhammadiyah akan ke mana-mana, sehingga keterlibatan warga Muhammadiyah dalam politik praktis akan ada di PAN, PMB, PPP, Golkar, PDIP, Partai Demokrat, dan sebagainya.

"Jadi, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam tidak mungkin untuk tidak berpolitik, karena Islam juga mengatur segala aspek kehidupan, termasuk politik, tapi khusus politik praktis akan ke mana-mana," ucapnya.

Terkait politik kebangsaan, ia menyatakan Muhammadiyah tidak segan-segan menjadi pengkritik paling depan jika pemerintah bertindak salah, tapi Muhammadiyah juga akan menjadi pendukung terdepan jika pemerintah memang benar.

"Politik kebangsaan kita adalah amar makruf nahi mungkar, bahkan para pemimpin terdahulu di Muhammadiyah sangat aktif berpolitik seperti KH Ahmad Dahlan di Budi Utomo, KH Mas Mansur dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Din Syamsudin menyebut sejumlah nama politikus Muhammadiyah yang umumnya "lupa" dengan Muhammadiyah setelah menjadi legislator.

"Karena itu, silakan peserta seminar merumuskan relasi Muhammadiyah dengan parpol agar kader Muhammadiyah yang di parpol tidak melupakan Muhammadiyah, tapi Muhammadiyah tetap tidak ada kaitan organisatoris dengan parpol," imbuhnya. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.