INILAH.COM, Jakarta - Regulator geram dengan tingkah operator yang tak patuh dengan larangan SMS gratis. Tingkah operator dinilai seperti anak TK dan seperti acaranya Tukul Arwana.
Setelah sebelumnya menolak, Telkomsel meluncurkan promo bonus 1.000 SMS gratis sejak 3 Maret 2010. Peluncuran itu sebagai protes pada operator lain yang mempertahankan bonus SMS pada pelanggannya, termasuk operator Indosat, XL dan Tri.
Kami ingin comply tetapi tidak bisa jika yang lain belum mengikuti aturan, maka kami pun ikut aturan yang ada, kata General Manager Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra di Jakarta, kemarin.
Indosat beralasan layanan SMS harus terus digenjot agar pelanggannya tetap bisa tumbuh. Operator ini juga mengklaim trafik SMS-nya merupakan yang paling tinggi di antara semua provider, walaupun pelanggannya yang mencapai 35 juta bukan yang terbesar.
Pelanggan Indosat didominasi anak muda yang suka SMS, kebanyakan dari IM3, ujar Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya menjelaskan.
Tapi berbagai promo bonus SMS gratis itu dinilai menimbulkan dampak negatif oleh BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ) dan dilarang.
Kami tidak ingin dengan adanya promo SMS gratis ini yang tujuannya untuk meningkatkan jumlah pelanggan baru, menjadi semacam pembenaran tumbuhnya industri telekomunikasi, padahal belum tentu faktanya seperti itu. Ada dampak jauh lebih besar ke depan ketimbang penambahan jumlah pelanggan, ujar anggota BRTI Nonot Harsono.
Nonot menuturkan, BRTI melarang SMS gratis karena memperhatikan trafik jangan sampai mememuhi jaringan milik orang lain, serta harus simetris bersifat dua arah. BRTI juga tidak ingin tarif benar-benar nol karena sudah ada standarnya. Selain itu waktu pengiriman SMS tidak boleh lebih dari 3 menit.
Operator layaknya anak kecil di taman kanak-kanak, hanya mengganti nama dari gratis ke bonus layaknya program empat mata yang sempat dilarang menjadi bukan empat mata. Satu nakal yang lain ikutan nakal, satu berhenti tetapi hanya berganti pakaian, kecam Nonot.
Namun sikap operator yang bersikeras dengan promo bonus SMS gratis disinyalir karena ada keuntungan yang sangat besar yang melatar belakanginya. KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha ) menyarankan agar ada penyelidikan lebih lanjut, ada atau tidaknya pihak-pihak yang dirugikan dengan adanya bonus SMS gratis tersebut.
Persaingan tidak sehat terjadi jika memang ada satu pihak yang merasa dilanggar, harus diselidiki lebih lanjut. Terutama jika memang sudah mengganggu industri. Saya melihat ada sesuatu di sana , jika memang masalahnya berlarut-larut dan berkepanjangan. Industri akan sehat jika tidak ada pihak yang merasa dirugikan, ujar Komisioner KPPU Erwin Syahril.
Tapi Teguh Prasetya membantah promosi bonus SMS gratis itu telah menyebabkan gangguan pada jaringan operator lain. Saya ragu jika pengguna Indosat secara rata-rata menggunakan full bonus 100 SMS yang diberikan, apalagi jika 1.000, imbuhnya.
Ia menambahkan, trafik pengguna SMS lebih dari 90% sifatnya on-net atau dalam satu jaringan operator, sedangkan yang off-net atau lintas operator maksimal hanya 10%. Oleh karena itu dari 100 bonus SMS yang diberikan Indosat hanya 10 yang lintas operator. Jika 10% off-net, maka bonus SMS gratis ke operator lain hanya 10 SMS, apanya yang dibanjiri?, gugat Teguh. [mdr] [[indosat]]