Minggu, 27 Mei 2012 | 18:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kunjungan Obama Tak Berefek Ekonomi
Headline
Barack Obama - istimewa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Rabu, 17 Maret 2010 | 11:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rencana kunjungan Obama ke Indonesia , 23 Maret ini dinilai tidak berpengaruh apa-apa secara ekonomi. Baik dari sisi investasi langsung maupun pasar modal, kontribusi AS minim.

Kahlil Rowter, Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tidak melihat pengaruh kedatangan Obama terhadap pasar modal Indonesia. Menurutnya, kedatangan Presiden AS itu lebih bersifat politis ketimbang ekonomi. Menurutnya, meski data portofolio saham asal AS sulit dideteksi, tapi kontibusinya tidak signifikan.

Investasi AS , tidak ada pengaruh secara langsung. Ini kan hanya kunjungan politik, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.

Total kepemilikan asing di pasar modal Indonesia mencapai di atas 50%. Namun, dari mana saja asal negaranya tidak bisa diketahui. Termasuk, kepemilikan investor AS. Keadaan ini bukan hanya persoalan Indonesia, melainkan juga di dunia internasional.

Memang, lanjut Kahlil, pemiliknya berasal dari perusahaan AS. Tapi, pembeliannya melalui broker asing dan tercatat di Hong Kong atas nama JP Morgan. Padahal, pembeli sebenarnya ada pihak lain. Berapa persen kepemilikan AS di bursa Indonesia sangat sulit dideteksi, ungkap Kahlil.

Dari sisi investasi langsung (direct foreign investment) pun, posisi AS tidak signifikan. AS hanya menempati urutan ke-4, setelah Jepang, beberapa negara Eropa, dan negara-negara Asean. Itupun, perusahaan-perusahaan yang sudah lama dan hanya fokus di sektor migas, paparnya.

Kahlil menegaskan, peranan AS dari sisi ekonomi secara langsung, tidak terlalu besar. Namun, secara tidak langsung bisa saja berkontribusi. Sebab, AS merupakan importir besar atas produk-produk asal China, Jepang, dan Korea.

Bahan baku atau bahan-bahan mentah Indonesia diekspor ke negara-negara tersebut. Secara tidak langsung, apa yang terjadi di AS memang berpengaruh ke Indonesia, ucapnya.

Satu-satunya portofolio AS yang dapat dideteksi adalah penempatan mereka di Surat Utang Negara (SUN) baik berdenominasi dolar AS maupun rupiah. Menurutnya, hingga 12 Maret 2010, kepemilikan asing di SUN mencapai 21% senilai Rp127 triliun. Dari angka itu, 40% di antaranya berasal dari AS, tuturnya.

Kepala Ekonom Danareksa Institute (DRI), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan hal senada. Menurutnya, kedatangan Barrack Obama, tidak signifikan pengaruhnya bagi perekonomian Indonesia. Sebab, dari sisi invetasi AS di RI, kontribusinya tidak signifikan Dampaknya netral sedikit positif, tukasnya.

Investor saat ini lebih memperhatikan fundamental ekonomi Indonesia dan bukan kunjungan Obama. Kalaupun investasi naik, itu bukan karena Obama melainkan karena kenaikan rating utang luar negeri Indonesia oleh lembaga pemeringkat asing Standard & Poors dari BB menjadi BB+.

Menurutnya, meskipun Obama membawa investor dari AS, belum tentu akan langsung direalisasikan. Bisa saja saham naik karena euforia di bursa saham, tapi bukan karena Obama melainkan karena fundamental ekonomi Indonesia, tandasnya.

Sisi positif dari kedatangan Obama, lanjutnya, paling-paling, orang AS jadi tahu Indonesia . Akibatnya, investor AS pun bisa saja jadi memperhatikan Indonesia . Tapi, apakah mereka akan investasi di Indonesia atau tidak, sangat tergantung pada kondisi ekonomi Indonesia sendiri, timpalnya.

Investor lebih melihat pertumbuhan ekonomi RI, iklim investasi, keamanan, dan infrasturktur. Namun, Purbaya mengakui, kedatangan Obama bisa menumbuhkan rasa kepercayaan. Tapi apakah kepercayaan itu bisa berubah menjadi investasi, sangat tergantung pada Indonesia sendiri me-manage ekonomi ke depan, pungkasnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.