INILAH.COM, Surabaya - Keraguan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, pada hasil quick count Pilgub Jatim mengundang reaksi peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Fauny Hidayat.
Fauny menilai, kemungkinan Imam Utomo tidak tahu metodologi, proses pengambil sampel, dan semua yang berkaitan dengan quick count, sehingga meragukan hasilnya.
Ia juga meminta Imam melihat reputasi lembaga yang melakukan penghitungan cepat tersebut. Menurut Fauny, lembaga yang dipimpin Saiful Mudjani itu selalu tepat dalam memprediksi hasil pemilihan gubernur di sejumlah provinsi di Indonesia. Termasuk pada Pilgub dua putaran di Kalimantan Timur.
"Di Kaltim kami memprediksi tak ada yang meraih suara 30%. Kami juga memprediksi dengan benar pilgub di Jateng, Jabar, Sumatera Utara, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, dan pilgub lain. Quick count ini ilmu pengetahuan. Tak ada hubungannya dengan politik," katanya, di Surabaya, Jumat (25/7).
Fauny mengatakan, masyarakat harus memiliki pembanding dalam menyikapi hasil pilgub, bukan sekadar dari data KPUD. Pembanding itu, termasuk bila ada hasil quick count yang mungkin dilihat aneh, karena hasilnya berbeda dengan hasil penghitungan cepat lembaga lain.[beritajatim/R2]