INILAH.COM, Samarinda - Dalam kondisi alat kelamin masih dipasangi selang, seorang pasien diusir dari rumah sakit. Penyebabnya, tak bisa bayar biaya berobat.
Kejadian ini berlangsung di RSUD AW Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur.
Pasien bernama Edy (28) warga Sempaja, Samarinda Utara. Laki-laki asal Jawa Tengah ini terpaksa dikeluarkan dari rumah sakit karena tak bisa bayar biaya berobat.
Yang menyedihkan, saat Edi diminta meninggalkan rumah sakit, di alat kelaminnya masih terpasang selang.
"Saya dipaksa keluar dari rumah sakit dan mencari dana setelah dirawat selama tiga bulan. Terus terang saya tidak memiliki keluarga di Samarinda dan tinggal di Samarinda ini pun menumpang di rumah warga," kata pemuda pengangguran ini, Selasa (16/3).
Karena diusir, dia terpaksa tinggal dan tidur di pos ronda RT 53, Sempaja, Samarinda Utara. Kondisi kesehatan Edy semakin memburuk.
"Kalau saya buang air kecil sakit sekali. Ada darah dan nanah yang keluar. Saya bingung mau berobat kemana, saya hidup sebatang kara di Samarinda," ungkap Edi.
Edy sendiri sakit karena menjadi korban tabrak lari di kawasan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar).
"Saya tak sadarkan diri dan dibawa warga ke Puskesmas di daerah itu. Lalu pihak Puskesmas membawa saya ke rumah sakit umum di Samarinda," jelas Edy.
Sejumlah warga di Sempaja sempat menyangka Edy adalah orang gila. Namun, setelah mengetahui Edy normal dan mendengar cerita pemuda ini, akhirnya warga memberinya pertolongan.
Bahkan ada salah seorang warga yang mencoba membawa Edy ke Dinas Sosial (Dinsos) agar Edy dapat dirawat, namun ditolak pihak Dinsos.
"Alasannya dia tidak punya KTP dan usianya masih muda," jelas salah seorang warga.[*/ims]