INILAH.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Imam Utomo merasa tidak yakin dengan hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Ia lebih memilih menunggu hasil penghitungan suara yang dilakukan KPUD Jawa Timur.
"Hasil quick count satu sama lain tidak sama. Tingkat kesalahannya juga berbeda. Ada yang KarSa 31%, ada yang kurang. Jangan sampai menlukai hati rakyat, jangan sampai memukau rakyat," kata Imam, di Surabaya kamis (24/7) malam.
Imam juga berharap, jika putaran kedua terjadi, kondisinya seperti saat pilgub 23 Juli kemarin. "Saya minta kondisinya ijaga seperti kemarin, aman dan lancar," ujarnya.
Mengenai angka golput yang tinggi mencapai 39%, Imam berpendapat jika hal itu disebabkan oleh dua hal. Yaitu karena pemilih benar-benar tidak mau datang ke TPS dan pemilih yang tidak terdaftar.
"Yang golput itu ya yang nggak mau datang ke TPS meski punya kartu pemilih," paparnya. [R2]