INILAH.COM, Jakarta Banyak cara dalam mengkampanyekan gerakan anti-AIDS. Salah satunya dengan memerahkan laga Persija Jakarta melawan Persipura Jayapura. Lho koq bisa?.
Tidak banyak yang tahu bahwa laga Persija melawan Persipura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (16/3), ternyata membawa misi tertentu.
Ya, pada laga yang dimenangkan Persipura 0-2 tersebut, membawa misi anti-AIDS Lace Up.Save Lives yang dikampanyekan salah satu apparel olahraga ternama Nike dengan Red, suatu gerakan anti-AIDS di Afrika.
Salah satu bentuk kampanye yang dilakukan pada pertandingan Persija melawan Persipura adalah memerahkan pertandingan. Mulai tali sepatu sang pemain, bola yang digunakan, hingga tali gawang di pertandingan tersebut berwarna merah.
Bola yang digunakan pada pertandingan Persija melawan Persipura adalah bola T90 Ascente, yang notabene juga digunakan di tiga liga Eropa, Seri A, Liga Primer dan La Liga.
Kampanye Lace Up.Save Lives sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anti-AIDS dengan mengajak penggemar sepak bola untuk membeli sepasang tali sepatu (Nike) Red.
Seluruh keuntungan dari penjualan tali sepatu tersebut akan dibagi dua dan disalurkan kepada The Global Funds to Fight AIDS, Tuberculosis dan Malaria, serta ke komunitas sepak bola yang memberikan pengertian dan pendidikan seputar pencegahan HIV/AIDS.
Sebelumnya pada 30 November 2009, pada malam hari AIDS sedunia, sejumlah pemain tenar dunia juga mengkampanyekan gerakan ini. Beberapa pemain tersebut adalah Didier Drogba dan Joe Cole (Chelsea), Andrey Arshavin serta Denilson (Arsenal) dan Marco Materazzi (Inter Milan).[bow]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !