INILAH.COM, Malang - Tak ingin wilayahnya dijadikan sarang teroris yang diduga sering menyamar dengan menggunakan pakaian jenis burqoh (pakaian yang menutup wajah dan tubuh secara keseluruhan), Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Dinoyo, Lowokaru, Kota Malang secara tegas menolak orang yang ingin kos di tempatnya menggunakan pakaian tersebut.
"Kita tidak ingin kecolongan sehingga kami membuat aturan tidak menerima anak kos yang menggunakan pakaian burqah," ujar Cahyono, Ketua RT setempat, Selasa (16/3).
Di tempat lain, menurut dia, pernah terjadi ada orang yang mencari kost dengan pakaian seperti itu. Namun ternyata orangnya laki-laki dan mencuri motor di tempat kos tersebut. Karena itulah, bukan tidak mungkin orang yang berpakaian seperti itu adalah teroris yang menyamar.
Tak hanya melarang penghuni kos di wilayahnya menggunakan pakaian burqah, Cahyono juga membuat aturan yang mewajibkan kepada semua penghuni kos untuk memberitahu kepada ketua RT bila ingin mengadakan kegiatan. Karena beberapa kali ada kegiatan pengajian yang diikuti berbagai kalangan tanpa memberitahu kepada Ketua RT.
Saat ini, data penghuni kos yang berada di wilayahnya mencapai 112 orang dan mayoritas adalah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang berada di Dinoyo. "Kita tidak ingin wilayah kami menjadi tempat persembunyian teroris," tegas Cahyono. [beritajatim.com/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !