INILAH.COM, New York - Saham-saham di Bursa Wall Street Selasa (16/3) dibuka naik, karena investor masih menunggu hasil pertemuan Federal Reserve mengenai tingkat suku bunga.
Mengutip AP, hampir dipastikan para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga Fed di level terendahnya mendekati nol, sehingga investor akan fokus pada pernyataan Fed terhadap perekonomian. Bank sentral diperkirakan akan mengumumkan keputusannya terkait hal ini pada pukul 2:15 EDT.
Ketika ekonomi membaik Fed dianggap perlu untuk mulai menaikkan suku bunga guna menekan inflasi. Investor akan menunggu pernyataan Fed mengenai waktu suku bunga ini akan diubah.
The Fed telah berulang kali mengatakan, inflasi bukan merupakan masalah mendesak, dan tetap berencana untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah sampai periode tertentu. Setiap adanya perubahan dalam pembahasan yang menunjukkan Fed akan menaikkan suku bunga lebih awal daripada kemudian dapat menyentuh penjualan pasar saham. Biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat meningkatkan dan menjadi hambatan bagi perekonomian.
"Saya rasa bunga akan tetap rendah, lebih lama dari yang diperkirakan orang," kata Dan Dolan, direktur Wealth Management Strategies di Select Sector SPDRs di Garden City, N.Y.
Pasar saham telah mengukir keuntungan sederhana selama lebih dari sebulan. Indeks saham utama berada di atau dekat dengan tingkat terbaik mereka di lebih dari satu tahun. Investor mencari tanda-tanda bahwa pemulihan cukup kuat untuk membenarkan adanya langkah rebound saham dalam 12 bulan terakhir.
Pada akhir perdagangan pagi, Dow Jones Industrial Average naik 32,65 atau 0,3 persen ke level 10,674.80. Standard & Poor's 500 indeks naik 6,03 atau 0,5 persen ke 1.156,54, sementara indeks komposit Nasdaq naik 11,62 atau 0,5 persen ke 2.373,83.
IHSG ditutup mixed pada Senin setelah investor mengambil pendekatan yang hati-hati menjelang pertemuan Fed.
Harga obligasi juga mixed pada Selasa. Hasil benchmark Treasury 10 tahun, turun menjadi 3,68 persen dari 3,70 persen pada hari Senin. Dolar melemah terhadap mata uang utama lainnya, sementara harga emas naik.
Minyak mentah naik US$2,01 ke US$81,81 per barel di New York Mercantile Exchange karena dolar jatuh. Melemahnya dolar membuat komoditas lebih murah bagi pembeli asing.
Di perdagangan lain, pasar Eropa naik setelah 16 negara euro sepakat untuk membantu Yunani dengan pinjaman.
Departemen Perdagangan mengatakan pembangunan perumahan jatuh 5,9 persen bulan lalu menjadi 575.000 unit, atau sedikit lebih baik daripada tingkat perkiraan Thomson Reuters di 570.000 unit. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !