inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Benarkah Broadband Dorong Pertumbuhan Ekonomi?

Headline
istimewa
Oleh:
Rabu, 17 Maret 2010 | 10:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Investasi di sektor telekomunikasi disebut meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Hipotesis tersebut terbukti shahih di negara maju, namun bagaimana di RI?.

Inilah faktanya: dampak meluasnya penetrasi sambungan telekomunikasi broadband (jalur pita lebar) terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia ternyata masih harus dipertanyakan.

"Secara hipotesis sering dikatakan bahwa penambahan investasi telekomunikasi dalam hal ini broadband akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi suatu negara, tetapi ini hanya terbukti di negara maju," kata Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Mas Wigrantoro Roes Setiyadi.

Di negara maju kualitas broadband sudah terstandar dan terdefinisi dengan jelas dengan dukungan infrastruktur ekonomi yang telah tertata sedemikian rupa.

Namun, yang menjadi persoalan di Indonesia, definisi broadband masih belum baku dalam beberapa hal.

"Termasuk dalam kecepatannya, berapa speed minimal akses kecepatan internet agar dapat disebut broadband," katanya.

Jika mengacu standar baku dunia, kecepatan internet minimal agar layak memenuhi persyaratan broadband adalah 512 kbps.

"Namun, di Indonesia tingkat kecepatan 128 kbps atau 256 kbps pun sudah dikatakan sebagai broadband," katanya.

Selain itu dalam hal kesinambungan atau mutu broadband di Indonesia, masih belum ideal di mana kualitas broadband akan mampu mencapai kecepatan tertinggi bila dalam suatu masa secara ekstrem hanya ada satu pengguna.

Tetapi, jumlah pengguna manakala semakin banyak, maka kualitas aliran informasi menurun menjadi tidak layak memenuhi persyaratan broadband walau masih berada di jalur yang sama.

Persoalan ketiga adalah availability di daerah. Jika di suatu daerah tersedia broadband, maka peluang untuk memanfaatkan broadband agar mendukung kegiatan perekonomian semakin besar.

Sayangnya, meskipun tersedia layanan broadband dalam jumlah cukup dengan kualitas baik, bila tingkat pendapatan ekonomi di daerah itu belum mendukung atau kegiatan bisnis masih sedikit maka pengaruh broadband di daerah itu juga relatif tertinggal dibandingkan daerah lain yang memiliki kegiatan bisnis lebih tinggi.

Lebih lanjut Mas berpendapat, dari fakta-fakta itu maka validitas hipotesis yang menyatakan investasi broadband mampu mendorong laju perekonomian masih perlu dipertanyakan.

"Broadband terbukti meningkatkan laju perekonomian, banyak terjadi di negara-negara maju yang telah memiliki infrastruktur pendukung memadai," katanya.

Sedangkan di Indonesia atau negara berkembang lainnya di mana infrastruktur belum memadai, daya beli masyarakat masih rendah, dukungan konten belum optimal, kualitas broadband tidak stabil, maka Mas memperkirakan, pengaruh broadband terhadap pertumbuhan ekonomi kecil.

"Pengaruhnya tidak setinggi bila investasi broadband dilakukan di negara maju," kata Mas Wigrantoro.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.