INILAH.COM, Yogyakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Yogyakarta menengarai Yogyakarta menjadi sasaran pintu masuk jaringan peredaran narkoba internasional.
"Sebenarnya jaringan pengedar narkoba internasional akan selalu berupaya mencari celah masuk di manapun, tetapi saat ini yang menjadi sasaran adalah Yogyakarta melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta," kata aktivis Granat Yogyakarta Muh Sarbini, Rabu (17/3).
Menurut dia, upaya penyelundupan sekitar 10.000 butir amfetamin oleh jaringan Internasional melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang berhasil digagalkan Kantor Bea Cukai Yogyakarta beberapa waktu lalu merupakan bukti jaringan narkoba berusaha menembus jalur peredaran melalui Yogyakarta.
"Bisa jadi upaya penyelundupan tersebut baru pertama dilakukan melalui Bandara Adisutjipto, namun tidak menutup kemungkinan juga sebelumnya telah ada penyelundupan namun tidak terdeteksi," ujarnya.
Ia mengatakan, upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan Bea Cukai Yogyakarta tersebut memang termasuk sangat sederhana karena ekstasi hanya disembunyikan di balik tas yang sangat mudah terdeteksi sinar X.
"Namun, tidak menutup kemungkinan upaya penyelundupan dilakukan lebih canggih lagi semisal dimasukkan dalam badan pelaku baik melaluiyang ditelan maupun dengan cara bedah, karena ini lebih sulit terdeteksi," ucapnya. [*/mut]