INILAH.COM, Kota Kuwait - Ketua Parlemen Kuwait Jassem Al-Kharafi mengatakan, 10 anggota parlemen telah mengajukan permintaan mosi tak percaya terhadap menteri perminyakan di negeri itu.
Menteri Perminyakan Sheikh Ahmad Al-Abdullah As-Sabah, yang juga adalah Menteri Penerangan di Keamiran yang kaya akan minyak tersebut, didakwa gagal menghentikan tayangan televisi Desember yang diduga menyerang suku di Kuwait.
Al-Kharafi mengatakan, anggota parlemen akan melakukan pemungutan suara dalam mosi tak percaya pada 25 Maret, demikian laporan kantor berita resmi Kuwait, KUNA.
Kuwait adalah negara pertama Arab di Teluk yang mensahkan undang-undang dasar pada 1962 dan mendirikan parlemen terpilih pada tahun berikutnya. Namun hubungan telah tegang antara pemerintah dengan parlemen di negara yang memiliki 10 persen cadangan minyak dunia tersebut.
Sejak 2006, parlemen telah tiga kali dibubarkan karena beragam percekcokan dengan pemerintah. Kekacauan politik itu telah menghalangi beberapa proyek dan pembaruan ekonomi.
Tahun lalu, Perdana Menteri Sheikh Nasser Al-Mohammad As-Sabah juga ditanyai terus-menerus di parlemen dan menghadapi mosi tak percaya, untuk pertama kali dalam sejarah Kuwait bagi seorang perdana menteri menerima tantangan semacam itu. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !