INILAH.COM, Jombang - Bencana banjir yang melanda Jombang semakin meluas. Selain melanda Dusun Gentengan, Desa Pulo, Kecamatan Jombang kota, air bah juga menggenangi Desa Sukoiber Kecamatan Gudo, serta Kecamatan Tembelang.
Meski demikian, warga yang terkena banjir belum melakukan upaya mengungsi. Untuk Desa Sukoiber, selain menggenangi rumah warga, air bah juga menggenangi puluhan hektar lahan pertanian. Banjir tersebut, menurut warga disebabkan oleh meluapnya Kali Konto.
"Banjir mulai datang dini hari tadi," kata Abdul Malik, warga Sukoiber, ketika ditemui di lokasi, Rabu (17/3).
Abdul menjelaskan, air bah datang secara tiba-tiba, yakni ketika warga masih terlelap dalam tidur. Melihat itu, warga secara spontan memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi. "Terutama barang elektronik. Tapi kami tidak mengungsi karena sebentar lagi air akan surut," tambahnya.
Bukan hanya pemukiman, lahan pertanian di Desa Sukoiber juga mengalami kondisi serupa. Padahal, area persawahan itu sebentara lagi akan dipanen. Ironisnya, puluhan hektar sawah itu berdekatan dengan Kali Konto. Pantauan di lapangan, hingga saat ini air bah masih setinggi lutut orang dewasa.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tembelang. Hanya saja, di kecamatan tersebut hanya lahan pertanian yang dilanda banjir. Sedangkan pemukiman warga tidak terkena luapan sungai.
"Mau diapakan lagi. Air sudah terlanjur menggenang. Kita hanya bisa menunggu air surut. Padahal kurang dua minggu lagi kami panen," kata Suntoro, warga Tembelang. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !