INILAH.COM, Jakarta - Kepala BKPM menolak dikatakan pelit dalam memberikan data terkait perkambangan investasi di Indonesia.
Menurutnya, BKPM baru akan mengeluarkan data jika dianggap telah valid. "Bukannya saya pelit, data yang diberikan harus akurat. Ini kami sedang lakukan penyisiran. Karena jangan lupa, ini baru ada PTSP (pelayanan terpadu satu pintu)," ucapnya saat ditemui
di Gedung Kementrian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/3).
Gita menuturkan penyisiran tesebut telah dilakukan sejak sebulan lalu. Langkah tersebut baru dilakukan sejak lembaga tersebut mendapat pendelegasian data dari para Kementerian terkait.
BKPM sendiri, lanjut Gita, menargetkan proses penyisiran tersebut akan selesai dalam satu bulan mendatang. Setelah itu laporan akan dipublikasikan kepada masyarakat setiap kuartalnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !