INILAH.COM, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta kepada PT Pertamina (Persero) agar dalam melakukan ekspor-impor minyak harus melalui National Oil Company (NOC) dan tidak lagi melalui trader.
"Selama ini ada indikasi kalau Pertamina dalam lakukan ekspor-impor minyak (crude oil), BBM dan gas masih melalui trader. Makanya ke depan DPR berharap agar ekspor-impor crude oil maupun BBM, dan gas harus melalui NOC, kata anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (17/3).
Menurutnya, pembelian crude melalui trader kemungkinan sedikit lebih murah, dan jarang ada biaya tambahan (fee). Tetapi kalau melalui NOC pasti memberikan banyak keuntungan, di antaranya meningkatkan hubungan antara negara. Sebenarnya, Pertamina punya kemampuan untuk mendapatkan harga bagus, sebagaimana sesama NOC Pertamina bisa mendapatkan diskon yang bagus. [cms]