INILAH.COM, Kediri Sepasang pelajar ditangkap oleh anggota gabungan dari Polresta Kediri. Mereka ditemukan tengah berduaan di sebuah kafe di area Taman Sakartaji Kediri. Saat dilakukan pemeriksaan, kedapatan membawa alat kontrasepsi (kondom) wanita dan sebuah freepass sebuah tempat karaoke.
pelajar itu adalah Yun (18), siswi klas III SMK swasta di Kota Kediri asal Jl Mayor Bismo, Kota Kediri dan Fik (20), salah seorang mahasiswa semester II sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Kediri asal Dusun Sonorejo, Desa Tambibendo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Razia dilakukan oleh petugas gabungan dari seluruh unsur mulai, Samapta, Binamitra, Reskim, P3D, Lalu-lintas dan Intelkam Polresta Kediri. Petugas menyisir sejumlah tempat-tempat hiburan di wilayah Kota Kediri.
"Mereka kita temukan dalam keadaan berduaan di sebuah kafe. Pelajarnya masih mengenakan pakaian seragam, sementara mahasiswanya berpakaian biasa. Saat kami geledah, ternyata ada sebuah alat kontrasepsi dan tiket freepass sebuah tempat karaoke," ujar Kabag Binamitra Polresta Kediri Kompol Purnomo, Rabu (17/3) siang.
Keduanya langsung digelandang naik ke mobil truk petugas, dibawa ke Polresta Kediri. "Keduanya kita lakukan pendataan, dan pembinaan. Langkah selanjutnya, kami akan mengirimkan surat kepada kedua orang tua, dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri. Mengingat, sebentar lagi akan berlangsung Ujian Nasional," terang Kompol Purnomo.
Masih kata Kompol Purnomo, razia akan terus dilakukan secara berkala, dengan waktu yang tidak ditentukan. Selain dilakukan terhadap kalangan pelajar, razia juga difokuskan pada upaya pencarian jaringan teroris.
Sementara itu, keduanya hanya bisa tertunduk malu, dan enggan berkomentar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. Keduanya mengaku sudah lama menjalin hubungan asmara. Namun, ditanya mengenai asal muasal alat kontrasepsi dan freepass tersebut, mereka tidak mau menjawab. [beritajatim.com/bar]