INILAH.COM, Jakarta - Pasar saham Asia Rabu menanjak dipicu The Fed dan bank sentral Jepang yang berjanji untuk mempertahankan untuk memperlonggar kebijakan moneter untuk memulihkan ekonominya.
Mengutip AP, mayoritas pasar Asia naik 2% dan harga minyak mentah retak US$ 82 per barel karena pedagang meningkatkan dananya di investasi berisiko. Dolar jatuh terhadap euro dan naik terhadap yen. Federal Reserve, menyusul pertemuan kebijakan Selasa, menegaskan akan menjaga tingkat suku bunga mendekati nol untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank sentral mengatakan bisnis terlihat lebih banyak dan lapangan kerja stabil.
Penilaian ini tidak sepenuhnya positif, tak satu pun perusahaan yang bersedia menyediakan lapangan kerja dan pasar perumahan masih lemah. Tapi itu merupakan perbaikan dari pandangan Fed sebelumnya, meningkatkan kepercayaan diri dalam ekonomi menuju pertumbuhan berkelanjutan.
Pada Rabu, Bank of Japan memutuskan untuk memperpanjang kemudahan pinjaman untuk memulihkan ekonomi dan menekan deflasi, dua kali lipat dari jumlah yang tersedia dalam program jangka pendek dengan kredit sampai 20 trillion yen (US$221 miliar) dari 10 triliun yen. Jepang juga mempertahankan tingkat bunga super rendah 0,1 persen.
Rata-rata saham Nikkei 225 naik 125,27 poin atau 1,2 persen ke level 10.846,98. Di tempat lain, pasar di Hong Kong melompat 360,96 poin atau 1,7 persen ke level 21.383,89, dan Kospi Korea Selatan naik 34,85 poin atau 2,1 persen ke level 1.682,86.
Indeks saham utama Shanghai China naik 1,9 persen, pasar Australia naik 1,2 persen dan India's Sensex naik 0,9 persen. Dalam mata uang, dolar naik menjadi 90,45 dari 90,22 . Euro naik menjadi US$1,3804 dari US$1,3769. Harga minyak naik di Asia, dengan patokan minyak mentah untuk pengiriman April naik 56 sen menjadi US$82,26. Kontrak naik US$1,90 semalam. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !