Selasa, 29 Mei 2012 | 00:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Petisi 28: Tifatul Orang Aneh!
Headline
Tifatul Sembiring - inilah.com
Oleh: Kawiyan
web - Rabu, 17 Maret 2010 | 16:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta-Aktivis Petisi 28 Haris Rusli menyayangkan pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang menuduh kalangan elit politik, aktivis dan pengamat melakukan provokasi terhadap penanganan kasus Bank Century.

Provokasi yang dimaksud Tifatul adalah munculnya sejumlah wacana seperti pemotongan anggaran KPK atau isu pemboikotan rapat kerja Menkeu Sri Mulyani dengan DPR.
Yang melakukan provokasi justru pak Tifatul Sembiring. Dia berusaha menciptakan kondisi seolah-olah tak ada masalah dalam kaitannya dengan kasus Bank Century, ujar Haris Rusli kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu .
Haris menambahkan, publik yang sejak awal sangat antusias mengikuti pembahasan kasus Bank Century di DPR berharap akan ada penyelesaian hukum yang adil. Jadi aneh kalau ada orang yang peduli dengan tindak lanjut kasus Century dianggap sebagai provokator, lanjut Haris.
Haris mempertanyakan sikap Tifatul yang sangat berlawanan dengan sikap PKS. PKS adalah partai di DPR yang paling vokal mengungkap penyimpangan kasus Bank Century.
Petisi 28 merupakan salah satu kelompok yang mendukung penuntasan kasus bailout dana Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Karena itu, Petisi 28 bertekad mengawal kasus tersebut meskipun DPR sudah mengeluarkan rekomendasi. Petisi 28 berharap kasus ini tidak akan dipetieskan atau dibarter dengan kasus-kasus hukum lain yang menyangkut sejumlah politisi di DPR.
Haris Rusli meminta agar Presiden SBY menonaktifkan dua pejabat yang paling bertanggung jawab atas kasus bailout Bak Century, yaitu Boediono dan Sri Mulyani. Kalau tidak dinonaktifkan, keduanya bisa mengundurkan diri dari jabatanntya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kebijakan yang telah mereka lakukan saat menjadi Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kalau kedua pejabat ini sudah lengser, mungkin desakan publik untuk penyelesaian kasus Cantury akan mereda, pungkas Haris. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.