Minggu, 27 Mei 2012 | 18:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Asing Masuk Properti, IHSG Ditutup Naik 86,6 Poin
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Agustina Melani & Wahid M
web - Rabu, 17 Maret 2010 | 16:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG ^JKSE pada perdagangan Rabu (17/3) ditutup naik cukup tinggi 86,65 poin (3,25%) ke level 2.756,26 karena sentimen positif dari bursa regional dan kebijakan properti pemerintah.

Hal itu dikatakan pengamat pasar modal Willy Sanjaya kepada INILAH.COM Rabu (17/3). "Indeks naik karena sentimen positif bagi investor asing dengan diijinkannya asing memiliki properti hingga 95 tahun pada Mei 2010 ini. Jadi waktunya sudah dekat sehingga mereka antusias sekali masuk ke sini," katanya.

Isu lain adalah karena pemerintah AS merencanakan akan menetapkan suku bunga tetap. Hal ini juga mendorong penguatan pada saham perbankan. Dengan penguatan yang juga dipengaruhi dari bursa regional maka pada pekan ini IHSG akan diuji pada level 2.800.

Untuk volume perdagangan pada hari ini mencapai 7,3 miliar unit saham senilai Rp5,7 triliun dengan 176 saham naik, 50 saham turun dan 73 saham stagnan. Untuk saham LQ45 naik 19,9 poin ke 539,6 dan saham Jakarta Islamic Index (JII) naik 13,5 poin ke 441,2. Kenaikan tertinggi terjadi pada saham sektor pertambangan 63 poin ke 2358 dan saham perkebunan naik 31 poin ke 1944.

Sementara Vice President PT Valbury Securities Nico Omer J menilai, kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral di dunia mendukung pasar modal termasuk saham. Dengan The Fed mempertahankan suku bunga diprediksikan Indonesia juga akan mempertahankan suku bunga 6,5%. "Kebijakan The Fed dan Bank Of Japan menaikkan stimulus memberikan sentimen positif," ujar Nico secara terpisah.

Nico menambahkan, kenaikan harga minyak mentah dunia mencapai kisaran harga US$82 per barel juga menggerakkan saham komoditas seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT IndoTambang Megaraya Tbk (ITMG) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Kenaikan harga minyak mentah dunia memberikan sentimen positif bagi bursa saham Indonesia.

Terkait asing yang berinvestasi di Indonesia, Nico menuturkan asing melihat fundamental ekonomi Indonesia yang baik dari sisi moneter dan fiskal. Indonesia memiliki bursa saham yang terbaik di Indonesia. "Perseroan berhasil menaikkan pendapatan di Indonesia dan memberikan dividen yield yang menjanjikan menjadi daya tarik investor asing," tambah Nico.

Ia menambahkan, rupiah yang menguat juga menjadi daya tarik untuk investor asing. Investor asing mendapatkan untung dari apresiasi mata uang.

Untuk saham-saham yang menguat adalah saham Astra International (ASII) naik Rp2.200 ke Rp40.850, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp2.000 ke Rp36.150, Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp1.350 ke Rp12.000, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp600 ke Rp25.000, Bank Central Asia BBCA naik Rp600 ke Rp5.800, United Tractors (UNTR) naik Rp550 ke Rp17.700, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp500 ke Rp72.500, Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp500 ke Rp7.000.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain Colorpark Indonesia (CLPI) turun Rp230 ke Rp720, Cahaya Kalbar (CEKA) turun Rp200 ke Rp1.200, Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun Rp100 ke Rp2.200, SMART (SMAR) turun Rp75 ke Rp3.100. [hid] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.