inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kekalahan PKB di Jatim Akibat Yenny

Headline
Yenny Wahid - inilah.com/pandie
Oleh: Agus Priatna
Sabtu, 26 Juli 2008 | 02:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PKB kubu Muhaimin menilai kekalahan pasangan yang diusung PKB dalam Pilgub Jatim akibat campur tangan Sekjen PKB MLB Parung Yenny Wahid. Putri Gus Dur itu diminta bertanggung jawab..

"Ini sungguh menyakitkan," cetus Wakil Ketua Dewan Syura PKB Lily Chadidjah Wahid di kantor LPP PKB, Jakarta, Jumat (25/7).

Menurutnya, kekalahan PKB di Jawa Timur sepenuhnya adalah kesalahan Yeni Wahid. Menurutnya sejak Lukman Edy dilengserkan dari kursi sejken, keadaan PKB benar-benar kacau.

"Yenny melakukan pendegradasian secara sitematis terhadap seluruh pemimpin di DPC dan DPW PKB. Mesin politik PKB di Jatim mandek, sehingga berujung pada banyaknya kekalahan PKB di Jatim, termasuk yang baru di Pilgub," ujarnya.

Ditambahkan Lily, selama ini Yenny ini tidak mampu mengakomodir berbagai musyawarah kebangkitan (Muskit) cabang dan wilayah yang merupakan aspirasi bawah dalam menentukan calon yang akan didukung.

Yenny, sebut Lily,lebih senang, menentukan sendiri calon kepala daerah sesuai dengan keinginan pribadinya. "Sehingga aspirasi bawah tidak tersalurkan," tegasnya.

Ke depan menurut Lily, PKB akan me-refresh dan melakukan pembenahan agar kejadian ini tidak terulang dan akan kembali berusaha meraih suara terbanyak di Jatim seperti pada Pemilu 2004 lalu.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.