INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah bersikeras hanya melepas sebesar 40% saham Garuda kepada publik dan tetap menjadi pemegang saham mayoritas.
"Kita bersepakat (melepas) 40 persen saham," ujar Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar, saat ditemui di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (17/3).
Pernyataan tersebut bertentangan Direktur Utama Emirsyah Satar yang mengatakan, DPR menyetujui pelepasan saham pemerintah di Garuda kepada publik sebesar 49%.
Mustafa mengatakan, pihaknya lebih memprioritaskan saham Garuda kepada investor dalam negeri seperti BUMN lain yang telah melantai di Bursa.
Saat ditanya siapa underwitter IPO saham Garuda, Mustafa enggan menjawab. Ia hanya menyatakan telah ada dua pihak yang akan menjadi underwritternya. "Ada dua tapi belum bisa jawab itu," kilahnya.
Seperti yang diketahui, Garuda menargetkan dana sebesar US$300-400 juta dari IPO. Dana tersebut akan digunakan untuk restrukrisasi perusahaan. Selain itu, Garuda juga berencana menggunakan dana IPO tersebut untuk mengkonversi utang kepada Bank Mandiri. [cms]