INILAH.COM, Jakarta IHSG mencatatkan kenaikan tertinggi di kawasan Asia dengan melesat 3,25%. Derasnya aliran dana asing yang masuk ke pasar modal, mendukung penguatan saham-saham unggulan. Pada perdagangan Rabu (17/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

ditutup menguat tajam 86,65 poin (3,25%) ke level 2.756,26. Sedangkan saham unggulan LQ45

naik 19,9 poin (3,83%) ke 539,6.
Indeks saham mengawali perdagangan dengan menguat 1,14% ke level 2.700 dan terus melaju, mengimbangi kenaikan bursa Asia ketika IHSG libur kemarin. Alhasil, setelah sesi siang bertengger di angka 2.731, indeks terus melesat hingga ditutup di 2.756.
Penguatan IHSG sore ini didominasi aksi beli saham, seiring kenaikan bursa regional, merespon positifnya bursa AS semalam. Indeks BEI kembali menguat karena sentimen positif dari optimisme pasar masih kuat untuk mendorong indeks lebih tinggi lagi, ujar analis Valas PT Millenium Asia Securities, Ahmad Riyadi.
Indeks S&P 500 mencapai level tertinggi dalam 17 bulan terakhir, setelah The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Selain sentimen positif dari data sektor perumahan, bank sentral AS tersebut juga menyatakan pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan dan belanja perusahaan mulai meningkat secara signifikan.
Menurut Ahmad, pelaku pasar makin aktif bermain di pasar Indonesia, karena selisih bunga yang masih tinggi terhadap dolar AS. Hal ini seiring kebijakan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan di level rendah lebih lama lagi.
Daya tarik bursa Indonesia juga diduukng pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.
"Kami yakin pasar Indonesia akan menjadi tempat investasi yang lebih menarik keimbang pasar lainnya, karena keuntungan yang diperoleh masih tetap tinggi," katanya.
Semua sektor membukukan penguatan, dimana aneka industri memimpin penguatan sebesar 4,9%. Disusul sektor finansial yang naik 4,8%, kemudian infrastruktur dan perdagangan 3%, tambang 2,8%, manufaktur 2,7%, industri dasar 2,4%, properti 1,8%, perkebunan 1,6% dan konsumsi 1,1%.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 6,57 miliar unit saham, senilai Rp5,7 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 50 saham turun dan 73 saham stagnan.
Sore ini, asing membukukan transaksi beli sebesar Rp2,182 triliun dengan pembelian mencapai Rp1,191 triliun. Ini berarti, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp991 miliar.
Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Astra International (
ASII) naik Rp 2.200 ke Rp 40.950, PT Indo Tambangraya Megah (
ITMG) naik Rp 2.000 ke Rp 36.150, PT Bank Central Asia (
BBCA) naik Rp 600 menjadi Rp 5.800, PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI) naik Rp 400 ke Rp 7.850, Telekomunikasi Indonesia (
TLKM) naik Rp 250 ke Rp 8.600, PT Perusahaan Gas Negara (
PGAS) menguat Rp 175 ke Rp 4.250, Bank Mandiri (
BMRI) naik Rp 150 ke Rp 4.950, Adaro (
ADRO) naik Rp 50 ke Rp 1.920, dan PT Bumi Resources (
BUMI) naik Rp 50 ke Rp 2.550.
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Colorpak Indonesia (
CLPI) turun Rp230 ke Rp720, PT Cahaya Kalbar (
CEKA) turun Rp200 menjadi Rp1.200, PT Sarana Menara Nusantara (
TOWR) terkoreksi Rp100 ke posisi Rp2.200.
Penguatan IHSG didukung apresiasi bursa regional Asia, dimana indeks Shanghai naik 57,64 poin (1,93%) ke level 3.050,48, indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 361,56 poin (1,72%) ke level 21,384,49, indeks Nikkei-225 di Jepang naik 125,27 poin (1,17%) ke level 10.846,98 dan indeks kospi di Korsel menguat 34,85 poin (2,11%) ke level 1.682,86. [mdr]