INILAH.COM, Jakarta - HMI mendesak KPK bertindak proaktif dalam menindaklanjuti hasil rekomendasi DPR mengenai kasus Century. Sebab, hingga saat ini KPK belum menunjukkan kinerja maksimalnya.
"Sebaliknya, kami melihat kinerja KPK mulai melemah, dan bahkan ada indikasi lembaga tersebut diintervensi penguasa," kata Ketua HMI Badko Jabodetabek-Banten Faridz Ramaputra di Jakarta, Rabu (17/3).
Menurut Faridz, bila KPK tidak mampu menuntaskan pengusutan kasus Century sebagaimana diamanatkan dalam keputusan DPR, maka pihaknya menuntut pergantian pimpinan KPK. Sebab, kinerja KPK kini telah mengalami kemerosotan dalam mengungkap kasus korupsi, terutama kasus dugaan korupsi Bank Century.
"Agar penanganan kasus Century ini lebih efektif, maka lebih baik pimpinan KPK diganti dan diisi oleh orang-orang yang berani pasang badan dalam menuntaskan kasus Century," ujarnya.
Selain menyoroti melemahnya fungsi dan peran KPK dalam kasus korupsi bailout Century, HMI juga melihat adanya gejala-gejala pengalihan isu. Gejala pengalihan isu itu, antara lain tercermin dari adanya rekayasa untuk mengadu domba antara HMI dengan Polri.
Rekayasa adu domba itu, terlihat dari adanya pihak-pihak yang sengaja membenturkan HMI dengan Polri dalam kasus kerusuhan di Makassar beberapa saat lalu. Selain itu, politik adu domba antara HMI dengan Polri juga dilakukan melalui rekayasa kasus pribadi Susandi Sukatma, yang secara struktur organisasi tidak ada kaitannya dengan HMI.
"Karena itu kami tetap mendesak agar pemerintah turut bertanggung jawab atas korupsi bailout Bank Century. Kami akan tetap kosisten mengawal penyelesaian kasus ini hingga tuntas," imbuhnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !