INILAH.COM, Jakarta Melesatnya kenaikan indeks saham, paralel dengan penguatan rupiah di pasar uang. Keputusan The Fed, mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah menjadi pemicunya.Kurs rupiah

di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (17/3) ditutup menguat tajam 45 poin (0,491%) terhadap dolar AS menjadi 9.115/9.120, ketimbang posisi sebelumnya di level 9.160/9.165. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah menguat 51,2 poin (0,55%) menjadi 9.123 per dolar AS.
Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan tajam rupiah hari ini dipicu oleh pelemahan dolar AS, menyusul kebijakan The Federal Reserve yang mempertahankan kebijakan bunga rendah untuk sementara waktu di level 0-0,25%.
Karena itu, rupiah menguat ke level 9.115/9.120. Bahkan, sepanjang perdagangan menyentuh level terkuatnya di angka 9.099, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (17/3).
Keputusan The Fed ini membawa kepastian bagi investor, bahwa suku bunga bank sentral AS itu tidak akan naik hingga Desember 2010. Karena itu, dana mereka tidak lagi ditempatkan di dalam portofolio berdenominasi dolar AS.
Menurutnya, semua produk invetasi yang menjanjikan
yield tinggi hari ini terangkat, seperti saham, komoditas, dan mata uang yang berlawanan dengan dolar AS. Tak heran bila secara internal, rupiah juga mendapat topangan dari penguatan tajam IHSG

86,65 poin (3,25%) menjadi 2.756,26. Karena itu, rupiah pun berhasil menembus level psikologisnya 9.100, paparnya.
Sebelumnya, tutur Ariston, dipertahankannya Fed Rate di level rendah tidak begitu direspon positif oleh pasar. Sebab, pengaruh dari Fed Rate terpangkas kenaikan suku bunga diskonto sebelumnya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%, yang memicu penguatan dolar AS. The Fed sendiri mengatakan kenaikan suku bunga diskonto bukan berarti pengetatan moneter secara keseluruhan, ujarnya.
Dengan demikian, dolar AS terhadap semua mata uang utama melemah. Terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dolar AS terkoreksi ke level US$1,3773. Bahkan, sepanjang hari ini sempat menyentuh level terlemahnya di angka US$1,3817 per euro. Terhadap poundsterling dolar juga turun ke level US$1,5312, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.403 terhadap dolar Australia, di angka 12.595 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.560 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS.
Hanya empat mata uang yang menguat. Yen Jepang turun 0,39% menjadi 90.660, dolar Hong Kong terkoreksi 0,0084% ke level 7.761, dolar Australia melandai 0,27% ke angka 0.921, dan dolar New Zealand terdepresiasi 0,36% terhadap dolar AS ke posisi 0.712. Selebihnya, mata uang kawasan menguat.
Dolar Singapura naik 0,18% menjadi 1.392, dolar Taiwan terangkat 0,28% ke level 31.726, won Korsel terapresiasi 0,37% ke angka 1.128, peso Filipina terdongkrak 0,27% ke posisi 45.592, rupee India menanjak 0,40% menjadi 45.405, yuan China mendaki 0,0007% ke level 6.825, ringgit Malaysia menggeliat 0,74% ke angka 3.298, dan baht Thailand merangkak naik 0,25% ke posisi 32.335 per dolar AS. [ast/mdr]