inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Faktor Eksternal Masih Dukung Rupiah

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Natascha & Ahmad Munjin
Kamis, 18 Maret 2010 | 08:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rupiah pada perdagangan Kamis (18/3) memiliki peluang untuk menguat. Hal tersebut lebih banyak disebabkan faktor eksternal serta kenaikan rating kredit Indonesia.

Analis Axo Capital Futures Aditya Setyawibawa memprediksikan, rupiah hari ini masih akan menguat. Keputusan Bank Sentral AS The Fed mempertahankan suku bunga rendah, menjadi faktor penggerak utamanya. Demikian pula dengan kenaikan rating kredit Indonesia oleh Standard & Poor (S&P). Rupiah akan berada pada kisaran 9.000-9.150 per dolar AS, ujarnya kepada INILAH.COM, Rabu (17/3) petang.

Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga rendah memicu penguatan berbagai bursa saham, terutama Wall Street. Kawasan emerging market Asia pun sangat diuntungkan. Sebab terjadi aliran dana besar-besaran ke pasar negara berkembang, terutama Indonesia, lanjutnya.

Demikian pula kenaikan rating kredit oleh S&P pekan lalu dan Fitch pada 25 Januari. Dampaknya memang tak terlalu besar terhadap apresiasi rupiah, terutama pada perdagangan kemarin. Namun, cukup berimbas karena berdekatan dengan keputusan The Fed yang melemahkan dolar AS. Seharusnya, kebijakan Fed dan upgrade rating ini bisa membawa rupiah ke level 9.000-an, tuturnya.

Menurut Aditya, penguatan rupiah kemarin tertahan pada 9.100-an per dolar AS karena adanya spekulasi bahwa level ini masih kurang untuk melakukan pembelian dolar. Mata uang AS masih cenderung melemah, sehingga peluang rupiah untuk menguat pun terbuka.

Ia menilai, AS masih perlu mempertahankan suku bunga rendah. Sedangkan kebijakan Fed untuk menghentikan pemberian surat berharga properti, diartikan sebagai optimisme AS di sektor tersebut. Sehingga pemerintah sekarang bisa fokus di sektor tenaga kerja, timpal Aditya.

Kekhawatiran bahwa China akan menaikkan suku bunganya, takkan berdampak besar pada rupiah. Namun ke bursa saham China dan Hong Kong. Aditya menilai, capital inflow masih tetap mengalir ke dalam negeri dan tak mengganggu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasalnya, aliran dana ke dalam negeri berasal dari Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Malah, terjadi kenaikan terhadap nilai tukar rupiah, paparnya.

Di sisi lain, Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan melanjutkan penguatan. Hal ini masih dipicu investor asing yang masih memandang positif perekonomian Indonesia. Menurutnya, jika rupiah kembali tembus 9.100, mata uang RI ini menuju ke level 9.050 meskipun tidak terlalu cepat. Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 9.070-9.150, katanya ketika dihubungi terpisah.

Dana asing masih mengalir deras ke Indonesia karena pertumbuhan positif di level 5,5% dan inflasi terkendali. Di sisi lain, sentimen The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah 0-0,25%, masih cukup menekan dolar AS, sehingga rupiah akan terangkat. Capital inflow masih akan terus memperkuat rupiah, ucapnya.

Apalagi, rupiah juga mendapat topangan dari cadangan devisa RI yang mencapai US$70 miliar. Presiden SBY bahkan menargetkan angka US$100 miliar hingga akhir tahun ini. Angka ini tidak mustahil dapat dicapai jika ekspor terus digenjot. Tapi, The Fed menjadi satu-satunya faktor yang menjadi penggerak pasar, pungkasnya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (17/3) ditutup menguat tajam 45 poin (0,491%) terhadap dolar AS menjadi 9.115/9.120. [vin/ast/mdr] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.