INILAH.COM, Jakarta - Terorisme tersebar dimana-mana. Organisasi kemanusiaan seperti Mer C, tidak luput dari sasaran. Dua orang bekas relawan Mer C ditangkap terkait terorisme.
Salah seorang relawan dari Mer C, Dokter Fauzi Nasution, membenarkan adanya anggota dari Mer-C yang terlibat dalam jaringan terorisme. "Iya benar, tapi jumlah pastinya saya tidak tahu. Dua kan sudah ditangkap yaitu Syaiful Siregar dan Adi Gunadi," ujar Fauzi saat dihubungi di Jakarta, Rabu (17/3).
Menurutnya, cikal bakal masuknya terorisme terjadi pasca peristiwa tsunami 26 Desember 2004. Mer C melakukan perekrutan anggota dalam masa tanggap darurat di Aceh.
"Nah, kita nggak tahu kalau di situ ada kelompok-kelompok ekstra radikal. Jadi, bergabung dan terus kerja lah di situ. Kemudian waktu latihan kemiliteran, orang-orang yang jadi relawan masuk ke situ," ujar Fauzi menjelaskan.
Apakah ada orang masuk buronan teroris yang dirilis Polri, Fauzi membenarkan. " Kayaknya ada, tapi belum tahu nama resminya, Kemarin yang ditangkap itu jelas-jelas eks relawan Mer-C," imbuhnya.
Ahli bedah ini mengaku bingung, saat belakangan ini diketahui mantan Mer C itu bergabung dengan kelompok Dulmatin. Yang benar, tegasnya, jihad Mer C, bukan untuk teror tetapi untuk kemanusiaan.
"Yakin sekali saya, tapi kalau urusannya jihad kita harus bedakan mana jihad, mana teror. Kalau bom bali saya sepakat itu
teror. Kalau Afghanistan, Mindanau, Pattani itu kan jihad UUD 45 bilang kita harus ikut serta," tegasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !