Minggu, 27 Mei 2012 | 18:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Prediksi IHSG
Pilih Saham 'Market Mover'
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Natascha & Vina Ramitha
web - Kamis, 18 Maret 2010 | 06:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada transaksi Kamis (18/3) masih siap melanjutkan rally. Investor disarankan membeli saham yang akan menjadi market mover seperti UNSP, BUMI dan ADRO.

Saiful Adrian, analis dari Ciptadana sekuritas memprediksi, IHSG akan melanjutkan rally hari ini. Sentimen ini didukung alasan yang kuat, yakni pembelian besar-besaran dari investor asing. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh indikator teknikal dan sentimen.
Ini berarti, adanya koreksi hanya akan bersifat minor atau tak terlalu berdampak. Apalagi adanya dukungan dari penguatan rupiah, katanya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Rabu (17/3) petang.

Menurutnya, konfirmasi penguatan bursa lebih lanjut terlihat dari perdagangan kemarin, yang secara teknikal, diiringi volume dan nilai transaksi yang tebal. Sedangkan secara fundamental mendapat dukungan dari capital inflow, menyusul aksi beli asing yang cukup tinggi.

Rupiah pun menguat, menyentuh titik tertingginya untuk 19 bulan terakhir. Pembelian masif oleh investor asing terlihat dari pergerakan saham blue chips yang memang merupakan bagian dari portOfolio asing. Aksi beli ini sudah terjadi sejak awal Maret, ujarnya.

Kendati demikian, beberapa investor meragukan kenaikan indeks murni ditopang fundamental. Pasalnya, yang mengalami kenaikan adalah saham unggulan yang valuasinya sudah tinggi. Saiful menilai, penguatan saham bluechip ini sudah cukup lama dan harganya juga cukup tinggi, tapi masih bisa naik. Ada yang meragukan keaslian rally, tapi indeks akan mencoba level tertinggi baru di 2.850, lanjutnya.

Sentimen lain berasal dari perbaikan rating kredit Indonesia oleh Standard & Poor (S&P) pekan lalu dan Fitch pada 25 Januari lalu. Demikian pula keputusan Bank Sentral AS The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level rendah. Dengan kenaikan teknikal dan sentimen yang bagus seperti ini, belum ada ancaman serius yang bisa menggagalkan rally, ulasnya.

Saiful menuturkan, notulen rapat The Fed menyebutkan tingkat inflasi masih aman. Selain kepentingan menjaga pasar AS, ada pula kekhawatiran dari China mengenai kenaikan suku bunga. Tapi Negeri Tirai Bambu ITU akan melakukannya dengan hati-hati seperti AS, karena tak ingin merusak pertumbuhan yang sudah tercipta.

Menurutnya, keputusan The Fed juga berarti berlanjutnya periode pelemahan dolar AS yang memicu kenaikan harga minyak mentah. Dampaknya, harga komoditas lainnya juga akan naik. Sehingga pola trading sulit dilakukan.

Di sisi lain, ancaman suku bunga pun dinilai tidak terlalu mengkhawatirkan bagi pasar. Mereka lebih concern pada kenaikan rating yang satu tingkat lagi akan membawa Indonesia mendapatkan investment grade, paparnya.

Pada kondisi seperti ini, masih ada beberapa saham yang bisa digunakan. Seperti kelompok Bakrie yang tidak mengikuti kenaikan saham unggulan dan belum memberikan kontribusi besar. Saham dari grup Bakrie yang menjadi pilihan Saiful adalah PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP).

Saham rujukan lainnya adalah PT Adaro Energy (ADRO). Saham-saham di atas memang sudah naik, tapi belum terlalu tinggi. Beli saham yang akan menjadi motor penggerak IHSG tersebut, pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (17/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam 86,65 poin (3,25%) ke level 2.756,26. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 6,57 miliar unit saham, senilai Rp5,7 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 50 saham turun dan 73 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT PT Astra International (ASII) naik Rp2.200 ke Rp40.950, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terangkat Rp2.000 ke Rp36.150, PT Bank Central Asia (BBCA) melambung Rp600 menjadi Rp5.800, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp400 ke Rp7.850.

Demikian juga saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang naik Rp250 ke Rp8.600, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) menguat Rp175 ke Rp4.250, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp150 ke Rp4.950, PT Adaro Energy (ADRO) terangkat Rp50 ke Rp1.920, dan PT Bumi Resources (BUMI) naik Rp50 ke Rp2.550.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Colorpak Indonesia (CLPI) turun Rp230 ke Rp720, PT Cahaya Kalbar (CEKA) turun Rp200 menjadi Rp1.200, PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) terkoreksi Rp100 ke posisi Rp2.200. [ast/mdr] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.