INILAH.COM, London - Jose Mourinho berhasil membalas dendam kepada Chelsea dengan mematahkan ambisi The Blues lolos ke perempat final Liga Champions, Rabu dini hari (17/3) WIB.
Mantan pelatih Chelsea yang kini menangani Inter Milan itu pernah mengatakan akan menghantui Chelsea setelah dipecat sang pemilik, Roman Abramovich, pada tahun 2007 meski telah memberikan lima gelar.
Mourinho, yang biasanya kontroversial, justru tak mau membuat Chelsea semakin bersedih dan lebih memilih berkomentar mengenai permainan timnya. Ujarnya, Hari ini, tim saya bermain sempurna, itu sebabnya kami menang.
Kadang di sepak bola, Anda menang karena Anda beruntung, atau karena sesuatu yang terjadi yang mengubah jalannya pertandingan. Tetapi kadang Anda menang karena Anda adalah tim terbaik. Kadang Anda menang karena Anda tim terbaik dari menit pertama hingga menit terakhir, lanjutnya.
Tim itu adalah tim saya, dan para pemain saya. Saya sangat senang dengan penampilan mereka dan untuk pendukung Inter, yang tak pernah menyaksikan timnya menembus perempat final setelah bertahun-tahun, tegas Mourinho.
Saya juga senang dengan diri saya sendiri karena saya sudah bekerja keras untuk meraih ini. Ini adalah pertandingan yang sempurna dan pertandingan sempurna jarang terjadi, imbuh The Special One.
Pertandingan yang buruk bagi Chelsea karena wasit tidak memberikan penalti pada pelanggaran yang seharusnya dihukum, dan justru memberikan kartu merah kepada Didier Drogba di akhir pertandingan.
Mourinho berusaha menahan diri saat merayakan gol Samuel Etoo di menit ke 78 namun ia mengaku bersukaria di ruang ganti.
Ujarnya, Saya merayakannya di ruang ganti. Jika saya datang kemari lagi saya bisa melatih tim Inggris lainnya dan datang sebagai lawan lagi.
Saya senang karena saya menang, bukan karena mereka kalah. Saya sangat senang karena pemain saya senang, suporter senang, presiden saya juga dan karena saya telah bekerja keras untuk pertandingan ini, tambahnya.
Sebagai seorang profesional, itu adalah perasaan terbaik yang dapat Anda rasakan. Saya senang bukan karena mantan pemain saya atau Roman kalah, bukan juga karena suporter Chelsea pulang dengan berduka. Saya bukan bersenang-senang di atas penderitaan mereka, Mourinho melanjutkan.
Tetapi itulah hidup. Kemarin saya bertukar pesan singkat dengan John Terry dan saya bilang bahwa salah satu dari kami akan bersedih. Itulah hidup, pungkasnya.[boy]