INILAH.COM, Jakarta - Sony Corp akhirnya menjalin kesepakatan dengan blogger Sony AK. Namun Sony Corp dinilai sebenarnya hanya ingin meningkatkan kembali imagenya dengan memunculkan kasus itu.
Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala menilai dalam kasus Sony AK dengan Sony Corp berbagai kepentingan bisa tumpang tinding. Sony Corp bisa jadi juga memiliki kepentingan memanfaatkan kasus ini, yang ingin dibawanya ke masyarakat Indonesia.
Tidak menutup kemungkinan kalau mereka (Sony Corp) merasa dirugikan karena tindakan Sony AK. Cuma saya rasa, ini juga salah satu cara mereka menumbuhkan image baru lewat pemberitaan tentang mereka. Ini mungkin salah satu cara pembentukan citra baru dari perusahaan Sony, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Kamilov juga menyebut Sony Corp sedang mencari sensasi dengan memperkarakan blogger Indonesia. Karena dengan munculnya kasus itu, maka semua orang jadi tahu.
Ini saya rasa merupakan salah satu segi marketing mereka untuk meningkatkan nilai citra perusahaan. Memang dari segi hukum dapat merugikan mereka sendiri tapi ini kan bisa dilihat dari berbagai sisi. Saya rasa kemungkinan menambah semacam kesadaran kembali produk mereka tetap ada, kata pria juga pernah menjadi pengurus Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) itu.
Ia menyesalkan kasus itu meledak salah satunya karena mendapat bantuan masyarakat yang tidak sadar berita itu semakin terkenal. Akibatnya perusahaan Sony semakin disorot. Saya rasa ini salah satu cara menumbuhkan citra baru. Memang bisa saja menjelekkan nama Sony sendiri, tapi masih ada kemungkinan bahwa masyarakat malah semakin penasaran, tandasnya.
Jika masyarakat tidak ribut, kata Kamilov, keadaan adem ayem saja. Nggak ada masalah kok dari Sony AK. Ngapain coba perusahaan besar cari masalah dengan domain yang tidak terlalu besar dibandingkan perusahaannya, kalau tidak ada strategi khusus yang digunakan, sentilnya.
Senior PR Consultant Sony Indonesia Sisi Suhardjo menolak keras sinyalemen Sony Corp memanfaatkan Sony AK untuk mendongkrak kembali awareness mereknya di Indonesia.
Saya rasa itu nggak masuk akal. Kita saat ini sedang gencar-gencarnya memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia mengenai produk terbaru Sony, katanya. Ia menambahkan, Sony Corp tidak akan melakukan pemanfaatan kasus itu, karena akan riskan dan malah dapat merugikan jika tidak ditanggapi dengan benar.
Saya rasa masalah ini bukan berasal dari keinginan Sony Corp meminta perhatian lebih dari masyarakat melalui kasus yang kemarin. Tapi ini memang sekadar benturan dua pihak karena kesalahpahaman. Sekarang kan telah selesai dengan baik, tegasnya.
Bantahan serupa dilontarkan Senior Manager Head of Marketing Communications Sony Indonesia Rini F Hasbi. Ini sama sekali tidak benar. Perusahaan Sony tidak pernah mengenal Sony AK sebelumnya. Ini murni kejadian yang tidak direncanakan, tegasnya.
Menurut Rini fakta kasus itu pada dasarnya sangat sederhana. Setiap brand besar yang terdaftar di berbagai negara berhak melakukan pengecekan untuk menghindari tindakan-tindakan yang mungkin bisa merugikan perusahaan tersebut.
Sony punya divisi trade mark di mana berhak melakukan investigasi yang selanjutnya ditindaklanjuti kuasa hukum. Di sini tindakan tersebut memang terpisah, sehingga tidak melibatkan pihak Sony Indonesia, kata Rini. Rini juga menolak Sony Indonesia merasa diuntungkan karena mereknya kembali diingat akibat kejadian itu.
Saya bingung bagian mana kami diuntungkan. Tapi yang pasti dari hari Jumat (12/3) di mana berita ini mencuat, Sony Indonesia berusaha mencari penyelesaian. Kami langsung mediasi ke pihak-pihak terkait agar didapat penyelesaian yang menguntungkan semua pihak, katanya. Sony Corp kata Rini, juga tidak berusaha menguasai domain sony-ak.com dengan cara membelinya.
Sementara Pengamat Telekomunikasi Budi Raharjo menilai tidak ada eksploitasi dari pihak tertentu menyangkut kasus itu. Menurutnya kasus itu hanya sekadar kesalahpahaman. Saya rasa wajar kalau Sony Corp meminta penjelasan, kemudian terjadi kesalahan interpretasi dengan somasi, kemudian meminta maaf. Ini cara yang terbaik, katanya.
Budi menolak kemungkinan Sony Corp menggunakan kasus itu untuk menaikkan pamor. Karena menurutnya bisa membahayakan imagenya. Sony merupakan perusahaan yang besar. Untuk apa dia menggunakan brand awareness yang bisa saja membahayakan image dia. Menurut saya ini malah salah satu bentuk kecerdasan Sony dalam mengakui kesalahan, katanya.
Budi menilai kecil kemungkinan Sony Corp akan membeli domain Sony AK. Buat Sony Corp saya rasa situs tersebut masih terlalu kecil. Sony Corp saya rasa pasti akan mencari yang jauh lebih menguntungkan buat dirinya. Selain itu, memang domain ini hanya untuk kepentingan Sony AK saja, timpalnya. [mdr]