inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Sentimen Market Mendukung

BUMI Menggapai Level Rp2.700

Headline
Ukie Jaya Mahendra - inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 18 Maret 2010 | 09:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (18/3) diprediksikan melanjutkan penguatan seiring positifnya sentimen market dan masih besarnya net buy asing. Strong buy BUMI!
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini salah satunya didukung positifnya sentimen market. Hal ini masih terpengaruh positif aksi The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada level rendah 0-0,25%.
Di sisi lain, capital inflow masih deras. Apalagi, kondisi makro ekonomi Indonesia sangat kondusif bagi invstor. Di antaranya, laju pertumbuhan yang positif dan terkendalinya inflasi.
Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.700 dan Rp2.500 sebagai level support-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (17/3) petang.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2%) menjadi Rp2.550 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.500. Harga tertingginya mencapai Rp2.575 dan terendah Rp2.500. Volume transaksi mencapai 141,9 juta unit saham senilai Rp360,4 miliar dan frekuensi 4.137 kali.
Lebih jauh Ukie mengatakan, laju saham BUMI hari ini akan memasuki level Rp2.600. Tapi, sepanjang perdagangan, saham sejuta umat ini bisa menyentuh level Rp2.700. Sebab, support kuatnya sudah tercipta di level Rp2.500 akibat positifnya sentimen market.
Apalagi, positifnya sentimen market diiringi dengan derasnya capital inflow. Pada perdagangan kemarin pun, arus dana masuk sangat besar mencapai Rp1 triliun dari broker asing. Saya pikir itu net buy, ungkapnya.
Namun demikian, Ukie mengakui, BUMI kemarin tidak terlalu banyak bergerak. Sebab, pembelian asing lebih banyak terjadi pada saham seperti PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Danamon (BDMN).
Menurutnya, asing belum fokus pada BUMI karena mengutamakan saham bluechips lain terlebih dahulu. Asing mendahulukan saham-saham lain yang market kapitalisasinya besar.
Sektor perbankan menjadi trigger. Begitu juga dengan saham-saham yang membagikan dividen seperti PGAS, PT Telkom (TLKM), PT International Nickel Indonesia (INCO), dan PT Aneka Tambang (ANTM).
Ukie memperkirakan, BUMI akan bergerak kencang, pada saat saham-saham lain sudah mengalami overbought. Namun, dia tidak setuju atas anggapan, tidak pesatnya penguatan BUMI saat ini karena faktor persoalan pajak perseroan. Hal itu tidak menjadi masalah. Sebab, fundametal emiten ini sangat positif, ucapnya.
Karena itu, Ukie meyakinkan, saham batubara thermal ini masih akan menguat secara bertahap. Sebab, di lain pihak, saham ini juga mendapat topangan dari harga minyak mentah dunia yang sangat tinggi di level US$82 per barel .
Lalu, aliran dana asing pun dari hasil roadshow pihak manajemen perseroan ke AS, Eropa, Jepang, juga akan terus memperkuat pergerakan saham BUMI. Pasar juga saat ini mengantisipasi laporan keuangan BUMI untuk full year 2009. Untuk mid-long term saya rekomendasikan strong buy. Kalau untuk trading, buy on weakness saja, pungkasnya. [mdr] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.