inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Ekspektasi Peningkatan Permintaan

ADRO Jadi Pilihan Analis

Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha & Natascha
Kamis, 18 Maret 2010 | 10:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ekspektasi permintaan batubara dunia di masa depan, telah membawa spekulasi pergerakan saham tambang, terutama yang bisa meningkatkan produksinya. Bagaimana potensi ADRO?
Suryadi Chandra dari AM Capital mengatakan, pergerakan saham batubara masih menarik. Namun, untuk jangka pendek rally sektor ini sudah berakhir, termasuk untuk saham PT Adaro Energy (ADRO).
Pada jangka pendek, saatnya switch dari saham batubara, ujarnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (17/3) petang. Hal ini, lanjutnya, disebabkan rencana China menaikkan suku bunga acuannya.
Menurut Suryadi, pekan lalu negara ini sudah melakukan sejumlah aksi untuk memperketat likuiditas. Semua hal tersebut merupakan sinyal China akan meredam pertumbuhan. Terlihat dari berkurangnya permintaan pada sektor komoditas, termasuk batubara, ulasnya.
Saham PT Adaro Energy (ADRO) pada Rabu (17/3) ditutup naik Rp50 (2,7%) ke level Rp1.920 per lembarnya. Perdagangan mencatat volume transaksi sebesar 388 ribu lembar saham, senilai Rp370 miliar dengan frekuensi 3.496 kali.
Sementara Bagus Hananto, analis pasar modal dari NISP Sekuritas memprediksikan, saham batubara masih berprospek menarik. Hal ini terkait ekspektasi bahwa hingga dua tahun ke depan, pasar thermal coal terus bersaing ketat, katanya.
Menurutnya, akan ada banyak permintaan dari India dan China, sementara negara produsen masih mengalami kendala infrastruktur untuk produksi batubara. Kondisi ini pun membuka peluang bagi produsen, terutama yang bisa menaikkan produksi batubara untuk mendapatkan kenaikan pendapatan dari penjualan. Salah satunya adalah ADRO, ujarnya.
Bagus menilai, ADRO memiliki kemampuan kuat untuk meningkatkan produksi. Apalagi ADRO akan segera mengumumkan kontrak untuk infrastruktur conveyor di daratan yang mengecilkan biaya distribusi. ADRO punya kemampuan untuk meningkatkan produksi yang tahun ini ditargetkan mencapai 80 juta ton, paparnya.
Potensi ADRO ini juga diakui Andreas Bokkenheuser dari UBS Securites. Menurutnya, perseroan bisa menambah pasokan karena memiliki cashflow yang kuat. Juga karena emiten ini berencana mengakuisisi Maruwai yang secara otomatis akan meningkatkan kapasitas produksi.
Meski belum akan terealisasi, kemungkinan besar ADRO bisa mengakuisisi tambang tersebut. Hal ini mengingat aset Maruwai lokasinya berdekatan dengan pertambangan dan infrastruktur ADRO. Selain itu, lobi politik ADRO cukup kuat karena menggandeng pemerintah lokal yang memang menjadi prasyarat akuisisi, katanya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.