INILAH.COM, Jakarta - Umat Islam Indonesia diimbau tidak banyak berharap atas rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama. Sebab, Amerika bukan Obama dan kekuasaan Obama sangat terbatas.
Kalau kita berharap banyak pada Obama kita akan kecewa, ujar Ahdian Hussaini, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat kepada Kawiyan, wartawan INILAH.COM di Jakarta, Rabu (17/3) malam.
Ahdian menambahkan, Presiden Obama tidak akan mampu mewujudkan janjinya memperbaiki hubungan Amerika dengan dunia Islam. Ucapan itu hanya retorika sebagai seorang presiden, tambah Ahdian. Berikut petikan wawancaranya:
Banyak yang mengatakan kunjungan Obama ke Indonesia pekan depan dapat dimanfaatkan tokoh-tokoh Islam untuk menagih janji memperbaiki hubungannya dengan dunia Islam. Bagaimana pendapat Anda?
Kita harus tahu bahwa Amerika itu bukan hanya Obama. Amerika adalah sebuah negara adikuasa yang memiliki sistem dan pandangan hidup. Apa yang diucapkan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan Amerika dengan dunia Islam itu hanya retorika saja. Dari dulu, presiden Amerika bukan segala-galanya. Jadi, terlalu berlebihan kalau orang berharap terlalu banyak pada Obama.
Lalu, bagaimana cara memanfaatkan momentum kedatangan Obama ke Indonesia?
Kita harus berpendirian bahwa kedatangan Obama itu sebagai sebuah seremoni biasa. Anggap saja sebagai hiburan. Obama datang ke Indonesia hegemoni AS tetap berjalan. Obama datang ke Indonesia, Amerika tetap menjalankan kepentingan-kepentingannya di Indonesia. Jadi, anggap saja kedatangan Obama sebagai sebuah hiburan, atau kita cuekin saja
Dicuekin maksudnya?
Ya, kedatangan Obama tidak akan memberikan perubahan apa-apa untuk kita.
Mengapa banyak tokoh Islam yang menentang kedatangannya? Bukankah akan lebih tepat kalau diusulkan ada sebuah forum dialog untuk menyampaikan pendapat atau kritik kepada Obama?
Dialog apa? Obama bisa apa. Dia mau membatalkan pemukiman Yahudi saja nggak bisa. Di negaranya, dia mau mengoalkan undang-udang reformasi kesehatan saja susah.
Tidak usah pusing-pusing atau berharap banyak pada kedatangan Obama, nanti kita kecewa. Anggap saja Obama sebuah tontonan yang menarik: orang kulit hitam yang bisa jadi presiden AS, ada darah Islamnya, bapaknya kan, namanya juga ada Hussein-nya.
Jadi jangan berharap banyak ya?
Salah juga kalau kita terlalu banyak berharap. Dari awal kita sudah wanti-wanti supaya kita tidak kecewa. Sebab, yang berkuasa di AS itu sistem, bukan Obama atau siapa.
Kalau ada tokoh atau ormas yang menolak kedatangan Obama?
Biarkan saja. Itu respon kececewaan umat yang perlu dihargai juga. Susah juga kalau kita menuntut banyak pada Amerika atau Obama. Kita Islam, Amerika Barat. Pandangan hidup kita dan mereka berbeda secara diametral. [mdr]