INILAH.COM, Jakarta - Perjalanan perang jihadnya menuju Afganistan, mempertemukan Syaefudin Zuhri dengan Dulmatin. Dalam perjalanan tersebut Dulmatin menjadi pemimpin dengan salah satu anggotanya adalah Zuhri.
Setelah satu hari satu malam bermalam di Assyafiiyah kemudian Terdakwa bersama Dul Matin dan Hisam diberangkatkan ke Afganistan. Saat itu Dulmatin berperan sebagai pimpinan perjalanan.
Adapun rute perjalanan Terdakwa dengan kedua temannya tersebut dengan menggunakan bus umum menuju Pelabuhan Merak. Setelah itu, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menaiki kapal ferry untuk menyebrang ke Bakauheni, lalu dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, naik bus umum menuju Pekanbaru.
Sesampainya di Pekan Baru, mereka naik bus umum menuju Pelabuhan Dumai dan bermalam di sebuah rumah petakan kosong yang tak berpenghuni. Selama di Dumai, Zuhri dan kedua temannya tersebut diberi Paspor Indonesia oleh seorang laki-laki yang tidak memperkenalkan namanya.
Saat itu, ia menggunakan Pasport Indonesia dengan nama asli terdakwa yakni Saefudin Zuhri. Sedangkan Hisam dan Dulmatin tidak diketahui Zuhri menggunakan nama siapa. [bersambung/jib]