inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Obama Hitam, Obama Putih [6]

Khianati Gadis Kulit Hitam

Headline
Barrack Obama - istimewa
Oleh:
Kamis, 18 Maret 2010 | 01:20 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Barrack Obama Junior harus kembali menyesuaikan diri di lingkungan barunya, Hawaii, pada usia yang sangat muda. Penyesuaian terhadap strata ekonomi, masalah ras kulit hitam-kulit putih, dan hidup tidak bersama dua orangtua yang lengkap.

Sekolah Obama di Hawaii adalah Punahou Academy. Dia masuk pada usia 10 tahun dan berada di tingkat lima. Hari pertama dan
sebulan setelahnya, menjadi hari paling sulit bagi Obama Junior.

Kehidupan dan cara hidup di Jakarta belum lepas benar. Obama Junior masih memakai baju seperti anak-anak Jakarta. Juga sandalnya. Termasuk, bagaimana dia kesulitan untuk menggantikan keahliannya main bola dengan football, atau main badminton dengan skateboard.

Tak ketinggalan, Obama juga kesulitan untuk menyesuaikan warna kulitnya yang negro. Di kelasnya, hanya ada satu anak perempuan yang berkulit hitam seperti dirinya. Dan, Obama meyakini bahwa anak perempuan itu pasti sudah lama menanggung perbedaan itu sendirian.

Masalah lain adalah, Obama harus menyesuaikan kehidupan ekonomi kakek-neneknya dengan orangtua kawan-kawannya. Di mana ayah kawan-kawannya suka melatih tim Little League dan ibu mereka menjadi sponsor penjualan kue. Dua sosok yang tidak ada bersama Obama kecil.

Satu kenangan yang sulit dilupa Obama tentang warna kulit adalah kisanya dengan Coretta. Gadis itu teman sekelas Obama Junior yang berkulit sama: hitam.

Coretta sama seperti Obama Junior, menjadi aneh di depan teman yang lain. Suatu sore, Obama dan Coretta bermain. Entah apa yang dibicarakan, keduanya pun berlarian saling kejar. Obama tertangkap dan mereka berjatuhan. Saat itulah beberapa anak melihat dan berteriak bahwa Coretta sudah punya pacar.

Coretta malu dan tertunduk. Obama melawan. Dia berteriak menyebut bahwa Coretta bukan pacarnya: sebuah tindakan yang oleh Obama kemudian disebut sebagai pengkhianatan masa kecil. Lalu, gadis itu lari hilang entah kemana.

Hari-hari selanjutnya menjadi sulit bagi anak seusia Obama. Dia berusaha meminta maaf dan menjelaskan pada Coretta tentang apa yang ada di pikiran dia tentang bukan pacar. Tapi, gadis itu makin menjauh dan menjauh.

Pada masa dewasa, Obama mengakui bahwa dia memang selamat dari ejekan rasialis teman-temannya.

Tapi, sejak hari itu Obama Junior merasa bahwa sebagian dirinya telah hancur. Dia merasa dirinya telah terinjak-injak. Obama Junior tak punya banyak pilihan kecuali mengasingkan diri dan mendekat pada kehidupan kakek dan neneknya.

Obama Junior memilih untuk tidak banyak memiliki teman di kelasnya. Dia hanya menghabiskan waktu untuk belajar, termasuk belajar untuk tidak banyak bicara di kelas. Juga berusaha sekuat mungkin untuk bisa melempar bola.

Hari-harinya menjadi rutin. Setiap pulang sekolah, dia berjalan sejauh lima blok untuk sampai ke apartemen kakek-nenek. Bila ada sisa uang saku, dia akan berhenti di kios koran yang dijaga oleh seorang lelaki buta. Lelaki itu sudah hafal dan akan memberitahukan judul-judul komik yang baru.

Kakeknya selalu di rumah setiap siang dan bertugas membukakan pintu. Lalu, kegiatan rutin berikutnya adalah membiarkan kakeknya tidur sementara Obama Junior melihat film kartun atau acara komedi yang diputar ulang.

Jam empat Obama Junior akan membangunkan kakeknya. Lalu, mereka menjemput Toot ke kota. Sampai makan malam dan Obama Junior menyelesaikan tugas sekolahnya. Setelah itu, dia akan menghabiskan waktu berdiskusi tentang acara tivi dengan kakek.

Sampai waktu tidur tiba, dan Obama akan mengawali mimpinya dengan lagu-lagu Johny Carson.

Sampai kemudian, dia bermimpi bahwa hidupnya akan begini-begini terus, sampai entah kapan saat itu tiba.[bersambung/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.