inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kisruh PKB Diminta Dibahas di Muktamar NU

Headline
istimewa
Oleh:
Kamis, 18 Maret 2010 | 04:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah kader PKB merasa bosan akan konflik yang terjadi di tubuh PKB. Karena itu mereka meminta pada Muktamar NU ke-32 di Makassar, 22-27 Maret mendatang juga membahas persoalan PKB.

Permintaan tersebut disampaikan sejumlah orang yang menamakan diri Forum Warga Nadhliyin Cinta PKB melalui unjuk rasa yang digelar di halaman Gedung Pengurus Besar NU, Jakarta, Rabu (17/3). Dalam pernyataan sikapnya, mereka meminta PBNU mengambil langkah untuk mengembalikan keutuhan PKB mengingat PKB dulu didirikan PBNU agar dapat menjadi saluran politik bagi warga NU.

"Kami minta PBNU menyelesaikan ketidakharmonisan dalam tubuh PKB," kata Abdul Muis selaku koordinator aksi saat berorasi.

Sejauh ini, panitia muktamar tidak mengagendakan pembahasan soal PKB dalam perhelatan akbar NU yang dilangsungkan setiap lima tahun sekali itu. Wakil Ketua Rais Aam PBNU KH Tholchah Hasan pun mengonfirmasikan hal itu.

Menurut mantan Menteri Agama itu, permintaan agar persoalan PKB dibahas di muktamar juga sulit dipenuhi. "Karena materi muktamar sudah rampung," katanya.

Terkait PKB, sebenarnya terdapat dua arus pendapat di dalam kalangan NU, baik yang duduk di kepengurusan atau biasa disebut NU struktural maupun yang berada di luar kepengurusan yang biasa disebut NU kultural.

Sebagian menginginkan persoalan PKB dibahas di dalam muktamar dengan alasan PKB merupakan partai yang dilahirkan NU, sementara sebagian yang lain menolak karena menilai tidak ada hubungan organisatoris antara NU dan PKB. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.