inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Pasca-Paripurna Century

Bamsoet: Tak Boikot Sri Mulyani, DPR Jilat Lidah Sendiri

Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Irvan Ali Fauzi
Kamis, 18 Maret 2010 | 06:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Meski banyak yang mengecam langkah beberapa anggota DPR, terkait aksi boilot Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam pembahasan RAPBN-P 2010. Namun pengusung boikot menilai akan menjadi aneh jika mereka menerima Menkeu tanpa tekanan.

Mantan Anggota Pansus Hak Angket Bank Century Bambang Soesatyo berpendapat akan semakin aneh jika fraksi-fraksi DPR tetap menempatkan Sri Mulyani sebagai mitra setelah rekomendasi dan keputusan paripurna DPR tempo hari. Hal itu, menurut dia, akan membuat DPR menjadi bahan ejekan.

"DPR bisa dikecam karena tetap bermitra dengan pejabat yang diduga bermasalah. Publik akan tertawa dan mengejek karena DPR seperti menelan ludahnya sendiri," cetusnya kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (18/3).

Karena bagi Bambang yang giat menginisiasi Hak Angket Bank Century ini, inisiatif boikot itu justru harus dilihat sebagai sebuah keniscayaan. Ia beralasan, rekomendasi keputusan paripurna DPR telah memosisikan Sri Mulyani sebagai salah satu pejabat bermasalah dalam skandal Bank Century.

"Jangan kecam jika sejumlah anggota DPR menginisiasi boikot terhadap Sri Mulyani," tegas politisi dari Partai Golkar ini.

Dalam Paripurna DPR pada awal Maret ini, memutuskan jika bail out Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun yang dikucurkan pemerintah bermasalah. Dan bahkan diduga terjadi tindak pidana korupsi dan perbankan. Karena itu, dalam putusannya rapat paripurna DPR meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan Pansus Angket Bank Century untuk diselidiki lebih jauh. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
pembaca 2 @ Kamis, 25 Maret 2010 | 10:43 WIB
setuju.................
Pembaca @ Jumat, 19 Maret 2010 | 09:31 WIB
"DPR bisa dikecam karena tetap bermitra dengan pejabat yang diduga bermasalah. Publik akan tertawa dan mengejek karena DPR seperti menelan ludahnya sendiri," publik sapa yg bapak maksud? publik preman pendemo? bisa2x pansus kasih kesimpulan secara voting ... yang paling banyak ber-koar2 boikot ibu ani cmn kau ama segelintir orang yg bisa diitung dgn jari ...tapi kayakx paling banyak itu kau. ngotot kali kau ini ... yg jilat ludah sendiri itu nanti kau, bkn DPR, gak pantas kau jadi Anggota DPR.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.