INILAH.COM, Jakarta - Meski banyak yang mengecam langkah beberapa anggota DPR, terkait aksi boilot Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam pembahasan RAPBN-P 2010. Namun pengusung boikot menilai akan menjadi aneh jika mereka menerima Menkeu tanpa tekanan.
Mantan Anggota Pansus Hak Angket Bank Century Bambang Soesatyo berpendapat akan semakin aneh jika fraksi-fraksi DPR tetap menempatkan Sri Mulyani sebagai mitra setelah rekomendasi dan keputusan paripurna DPR tempo hari. Hal itu, menurut dia, akan membuat DPR menjadi bahan ejekan.
"DPR bisa dikecam karena tetap bermitra dengan pejabat yang diduga bermasalah. Publik akan tertawa dan mengejek karena DPR seperti menelan ludahnya sendiri," cetusnya kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (18/3).
Karena bagi Bambang yang giat menginisiasi Hak Angket Bank Century ini, inisiatif boikot itu justru harus dilihat sebagai sebuah keniscayaan. Ia beralasan, rekomendasi keputusan paripurna DPR telah memosisikan Sri Mulyani sebagai salah satu pejabat bermasalah dalam skandal Bank Century.
"Jangan kecam jika sejumlah anggota DPR menginisiasi boikot terhadap Sri Mulyani," tegas politisi dari Partai Golkar ini.
Dalam Paripurna DPR pada awal Maret ini, memutuskan jika bail out Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun yang dikucurkan pemerintah bermasalah. Dan bahkan diduga terjadi tindak pidana korupsi dan perbankan. Karena itu, dalam putusannya rapat paripurna DPR meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan Pansus Angket Bank Century untuk diselidiki lebih jauh. [jib]