Selasa, 29 Mei 2012 | 00:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kisah Gadis Rela Ditiduri Kapolsek Demi Ibu Bebas
Headline
ilustrasi
Oleh:
web - Kamis, 18 Maret 2010 | 09:15 WIB
INILAH.COM, Stabat - Karena ingin ibunya bebas dari sel Polsek Brandan, seorang gadis bernama CM, rela ditiduri sang Kapolsek. Inilah kisah memilukan gadis berusia 21 tahun itu.

CM menuturkan, aib itu terjadi di ruang kerja Kapolsek Brandan AKP M Sofyan, pada 8 Desember 2009 lalu. Saat itu, dengan tubuh dibalut daster, CM mendatangi Mapolsek Brandan guna menjemput ibunya, Nafsiah, yang telah 5 hari dibui akibat kasus penganiayaan.

Tapi kedatangan CM ternyata tidak membuat ibu kandungnya bebas. Pembebasan Nafsiah masih harus menunggu tanda tangan Kapolsek. "Dibilang bapak polisi itu, kalau sudah ditandatangani Kapolsek surat pelepasannya, mamak (ibu) barulah bisa pulang," kata CM, Selasa (17/3).

Beberapa saat setelah melihat ibunya di dalam sel, CM didatangi Puput, lelaki yang membuat ibunya meringkuk di bui. Agar ibunya cepat bebas, Puput mengajak CM ke ruangan Kapolsek. Tapi usai masuk ke ruangan orang nomor satu di Polsek itu, Puput meninggalkan CM berdua dengan sang Kapolsek.

"Lalu aku disuruh mijitin badan bapak itu. Katanya kalau aku nggak mau, nanti dia nggak mau menandatangani surat bebas dan mamakku nggak bisa dikeluarkan. Karena kasihan melihat mamak di dalam sel, aku turuti saja perintah bapak Kapolsek. Begitu tanganku memijit bahunya, ia langsung merangkul tubuhku dan menidurkanku di atas kursi sofa," tuturnya.

Sadar akan dicabuli, CM pun melawan. "Aku berontak sekuat tenaga melepaskan cengkaramannya, tapi badan bapak Kapolsek yang tinggi tegap itu tak mampu ku lawan, apalagi dia bilang kalau aku nggak mau melayaninya, mamakku enggak akan dibebaskannya. Dengan terpaksa aku membiarkan saja pakaian dalam yang kukenakan dipeloroti bapak itu," ungkap CM.

"Setelah dia menyetubuhiku, Kapolsek lalu menyuruh aku membelikannya sebotol Aqua, pakai uangku sendiri. Setelah Aqua kubelikan, bapak itu masih sempat marah denganku. Dia bilang, 'Kok lama kali kau beli Aqua aja'," ucap CM yang juga mengaku diam saja meski dibentak usai ditiduri.

Setelah ditiduri Kapolsek, sore itu, Nafsiah dikeluarkan dari selnya. CM pun menyambut ibunya guna pulang ke rumah mereka di kawasan Brandan Timur. Tapi saat perjalanan pulang, CM yang tak bisa menahan aib yang baru dirasanya, langsung menceritakan aksi Kapolsek pada ibunya.

"Mak, tadi aku diperkosa sama Kapolsek di ruangan kerjanya," ujar CM kepada ibunya yang kontan kaget setengah mati. "Kalau memang Kapolsek minta imbalannya anumu, bagusan aku nggak keluar penjara seumur hidup," kata Nafsiah yang berurai air mata mengenang tragedi itu.

Tak ingin puterinya hamil, Nafsiah langsung membawa CM ke bidan. Peristiwa ini pun mereka rahasiakan pada ayah CM, Abdul Malik (45). [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
akmal
Sabtu, 17 September 2011 | 00:06 WIB
jd diam begitu saja kah,apakah tdk ada tindak lanjut...?
ais Said
Sabtu, 20 Maret 2010 | 00:32 WIB
(Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Ra'jiun):"Yg begini yg menyuburkan kebencian dan menyuburkan paham komunisme !". Kalau benar berita ini, wajib d hukum mati...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.