Selasa, 29 Mei 2012 | 00:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Oknum Tentara Ngaku Polisi, Rampas Motor ABG Pacaran
Headline
Fauzi - beritajatim.com
Oleh:
web - Kamis, 18 Maret 2010 | 09:53 WIB
INILAH.COM, Surabaya Seorang oknum tentara menjadi buronan petugas Satreskrim Polres Surabaya Timur. Oknum tentara yang diketahui bernama Fauzi ini masuk DPO karena diduga otak perampasan motor.

Keterlibatan Fauzi ini setelah anak buah AKP Hartoyo menangkap Mohammad Rofiq (30) warga Sawah Pulo Tengah, Surabaya. Rofiq ditangkap usai merampas motor milik Didik Nur Yasin (31) warga Purworejo, Donomulyo, Malang.

"Saat kita periksa, Rofiq mengaku beraksi bersama Fauzi yang katanya oknum tentara. Saat ini anggota masih melakukan pengejaran terhadap Fauzi ini yang diduga otaknya, ujar Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi di Mapolres Surabaya Timur, Jalan Kapasan, Rabu (17/3).

Kepada penyidik, Rofiq mengaku sudah dua kali beraksi bersama Fauzi. Saya yang nanti bawa motor korban, sementara Fauzi ini yang ngrampas motor korban. Saya sama Fauzi sudah dua kali ngrampas motor, keduanya di Pantai Ria Kenjeran, kata bapak 1 anak ini.

Modus yang dilakukan Rofiq dan Fauzi ini dengan berpura-pura anggota kepolisian. Fauzi yang ngaku polisi. Agar seperti polisi, Fauzi membawa pistol mainan. Setelah itu ya nakuti orang yang pacaran di Pantai Ria Kenjeran, kata Rofiq.

Setelah korbannya ketakutan, Rofiq membonceng korbannya dengan alasan akan diperiksa di Polsek. Karena ketakutan korban menuruti permintaan pelaku. Setelah itu, pelaku menurunkan korban di salah satu tempat.

Keberhasilan polisi mengungkap perampasan motor ini setelah mendapat laporan dari korban. Begitu mendapat laporan, anggota langsung melakukan lidik. Hasilnya diketahui ciri-ciri pelaku.

"Pelaku akhirnya kita tangkap di Jalan Tenggumung. Saat kita geledah kamar rumahnya ternyata ada helm milik korban. Selain itu kita juga menemukan pistol yang digunakan menakuti korbannya," ungkap Samudi.

Selain menyita helm dan pistol mainan, polisi juga menyita dua buah motor hasil rampasan yang belum sempat dijual. Kini, akibat perbuatannya, Rofiq harus mendekam di tahanan, sementara Fauzi masih dalam pengejaran. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.