inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Model Tuntut Facebook Soal Foto 'Sangat Pribadi'

Headline
istimewa
Oleh: Ellyzar Zachra PB
Kamis, 18 Maret 2010 | 10:25 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Editor dan Model Playboy menuntut Google dan Facebook agar menyerahkan rincian orang yang menggunakan informasi palsu untuk mendapatkan foto sangat pribadi dari model itu.

Samuel Jemielity, redaktur pelaksana website Playboy Cyber Vlub dan Alissa Ohashi model mereka, mengklaim pada Desember lalu pengguna internet yang mengaku sebagai Jemielity menghubungi Ohashi melalui akun Gmail untuk membahas kesempatan kerja.

Jemielity di Chichago dan Ohashi di Colombo Ohio mengklaim peniru itu pertama kali menyusupi email pribadi Ohashi, untuk mendapat informasi dengan berpura-pura sebagai editor online.

Ohashi dan Jemielity diketahui telah berkenalan sebelumnya, saat hacker mendapatkan informasi mengenai editor itu dari komputer Ohashi.

Mereka juga mengungkapkan bahwa peniru tersebut membujuk Ohashi untuk menyerahkan foto yang sangat pribadi dan bernilai komersial di halaman Facebook. Ohashi percaya permintaan itu dari Jemielity.

Mereka mengatakan email yang dikirimkan ke Ohashi dari akun peniru Jemielity pada Januari 2010 berbunyi: Hanya catatan kecil untuk memberitahukan bahwa kamu telah melakukan pekerjaan dengan baik dengan foto tersebut. Aku akan menyampaikan informasi selanjutnya jika punya sesuatu.

Jemielity dan Ohashi bertanya pada Google dan Facebook menyangkut catatan elektronik, serta dokumen lain yang mengungkap informasi dan dapat membantu mereka mengidentifikasi pelaku. Ini dimaksudkan agar dapat mencari siapa yang bertanggung jawab atas tindakan kriminal yang berbahaya ini.

Mereka berkata bahwa jika menemukan orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut, akan mengambil tindakan hukum. Mereka akan menuntut dengan tuduhan pemalsuan, fitnah, pencurian identitas, pencurian dengan penipuan, pelanggaran privasi dan hak cipta.

Jemielity dan pengacara Ohashi, Paulus Rauner menolak berkomentar.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.